Di tengah pasar EV Indonesia yang masih bergulat di segmen bawah Rp 500 juta, Geely Group justru melakukan manuver yang berlawanan arah. Di IIMS 2026, mereka membuka pre-booking dua model dari sub-brand premium-nya, Zeekr, yaitu Zeekr 009 dan Zeekr 7X, dengan harga yang masing-masing menembus Rp 1,6 miliar dan Rp 1,1 miliar. Ini bukan sekadar peluncuran produk biasa. Ini adalah pernyataan bahwa Zeekr 009 dan saudara-saudaranya hadir untuk menciptakan segmen baru: EV premium buatan China yang tidak bermain soal harga murah, tapi soal eksklusivitas.
Zeekr 009: MPV listrik yang datang untuk menantang Alphard
Zeekr 009 adalah MPV premium listrik yang secara terang-terangan membidik segmen yang selama ini dikuasai Toyota Alphard dan Vellfire. Dengan kabin luas enam bangku dan desain eksterior yang modern, 009 membawa tawaran berbeda: kemewahan MPV tanpa emisi, dengan teknologi yang tidak ketinggalan dari sedan premium Eropa mana pun.
Di pasar global, Zeekr 009 tersedia dalam konfigurasi berbagai pilihan powertrain, termasuk varian dengan tiga motor listrik dan akselerasi 0-100 km/jam di bawah 4 detik. Untuk Indonesia, spesifikasi resmi masih menunggu konfirmasi, namun pre-booking dibuka dengan harga di bawah Rp 1,6 miliar, sebuah angka yang secara langsung bersaing dengan Toyota Alphard Hybrid atas.
Zeekr tidak datang untuk bersaing soal harga. Mereka datang untuk membuktikan bahwa EV China bisa bicara kemewahan.
Fitur yang diklaim Zeekr untuk 009 mencakup sistem audio premium, kursi captain eksklusif dengan berbagai mode relaksasi, head-up display, dan paket ADAS lengkap. Dari yang kami amati di spesifikasi globalnya, 009 juga mendukung fast charging yang bisa mengisi baterai besar dalam waktu relatif singkat, sesuatu yang selama ini menjadi tantangan bagi MPV listrik berukuran besar.
Zeekr 7X: SUV listrik untuk yang ingin tampil beda
Zeekr 7X adalah SUV listrik dengan pre-booking di bawah Rp 1,1 miliar, memposisikannya di segmen yang lebih luas namun tetap premium. Di pasar globalnya, 7X dikenal sebagai SUV dengan desain futuristik, ruang kabin kompetitif, dan performa akselerasi yang tidak bisa diabaikan.
Dengan harga segitu, 7X akan berhadapan dengan beberapa EV premium lain seperti BYD Seal EV (segmen sedan), sekaligus bersaing dari bawah dengan berbagai EV China yang memiliki proposisi nilai lebih agresif. Pertanyaannya: apakah badge Zeekr cukup untuk meyakinkan pembeli Indonesia membayar lebih?
Strategi Geely: mengapa butuh brand premium tersendiri?
Zeekr bukan satu-satunya sub-brand premium dari grup otomotif asal China. Strategi ini sudah dijalankan BYD dengan Denza dan Yangwang, Chery dengan Exeed, bahkan Changan dengan Deepal. Logika di baliknya sederhana: untuk masuk ke segmen harga Rp 1 miliar ke atas, brand utama sering kali membawa stigma “produk massal” yang sulit digoyahkan. Sub-brand premium adalah cara terpintas untuk membangun persepsi baru tanpa merusak citra produk utama.
Di Indonesia, strategi ini menghadapi tantangan yang unik. Pembeli di segmen Rp 1 miliar ke atas umumnya sangat selektif soal brand equity, aftersales, dan komunitas pengguna. Toyota Alphard, misalnya, bukan hanya menjual mobil, tapi juga ekosistem dealer yang mature dan komunitas yang sudah terbentuk bertahun-tahun. Zeekr datang sebagai pendatang baru yang harus membangun semua itu dari nol.
Infrastruktur dan aftersales: pertanyaan yang belum terjawab
Satu hal yang menjadi catatan penting dari kami adalah soal kesiapan jaringan aftersales Zeekr di Indonesia. Geely Group berencana membuka 10 lokasi Zeekr House sepanjang 2026, sebuah angka yang masih sangat terbatas dibanding jaringan dealer Toyota yang tersebar di ratusan titik di seluruh Indonesia.
Untuk pemilik EV premium yang menghabiskan lebih dari Rp 1 miliar, ketersediaan bengkel resmi yang dekat dan responsif bukan sekadar nilai tambah, tapi kebutuhan dasar. Di sinilah Zeekr harus membuktikan komitmennya, bukan hanya lewat spesifikasi di atas kertas, tapi lewat pengalaman kepemilikan nyata. Soal home charging dan infrastruktur pengisian daya EV juga menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli di segmen ini.
Apakah Zeekr 009 dan 7X akan menemukan pasarnya di Indonesia? Di atas kertas, potensinya ada, terutama untuk pembeli yang selama ini mengincar MPV atau SUV premium tapi terbuka untuk transisi ke listrik. Namun untuk memvalidasi klaim ini, pasar perlu waktu, dan Zeekr perlu konsistensi dalam membangun kepercayaan. Perkembangan EV di segmen massal juga terus bergerak cepat, seperti yang terlihat dari pertumbuhan adopsi EV di segmen yang lebih terjangkau.
Untuk detail resmi peluncuran dan spesifikasi Zeekr di Indonesia, GridOto telah meliput peluncuran Zeekr 009 dan 7X di IIMS 2026 secara lengkap. Sedangkan informasi pre-booking dan strategi Geely Group di Indonesia bisa dibaca di laporan Kompas Otomotif soal pre-booking Zeekr yang tembus Rp 1 miliar.

