Staria sudah lama jadi pilihan untuk mereka yang butuh MPV premium dengan ruang lebih dari cukup dan citra yang sedikit berbeda dari kendaraan serupa di kelasnya. Plus, desain futuristik membuat mobil bongsor ini kerap disangkat EV. Namun kini Hyundai resmi memperkenalkan Hyundai Staria EV pada Januari 2026, dengan spesifikasi yang serius, dan yang menarik: Thailand dan Australia sudah disebut secara eksplisit sebagai pasar Asia-Pasifik pertama. Indonesia, yang bahkan merakit Staria secara lokal, belum masuk daftar resmi. Ini layak dibahas.
Spesifikasi Hyundai Staria EV: bukan sekadar diesel yang diganti motor
Hyundai Staria EV menggunakan motor listrik tunggal penggerak roda depan dengan output 218 hp. Baterai 84 kWh dibangun di atas arsitektur 800 volt, bukan 400V yang umum digunakan banyak EV di segmennya. Apa artinya? Pengisian daya menjadi jauh lebih cepat: dari 10-80% hanya butuh sekitar 20 menit menggunakan pengisi daya DC berkecepatan tinggi.
Kemampuan towing 2.000 kg juga dipertahankan, sesuatu yang jarang ditemukan di EV segmen MPV. Dan ada fitur V2L (Vehicle-to-Load) dengan output 3.6 kW, artinya Hyundai Staria EV bisa dipakai sebagai sumber daya untuk peralatan listrik eksternal, berguna untuk kebutuhan komersial maupun aktivitas outdoor.
| Harga OTR Jakarta | Belum dikonfirmasi |
| Motor | Permanent Magnet Synchronous, FWD |
| Tenaga | 218 hp (163 kW) |
| Baterai | 84 kWh |
| Arsitektur | 800 Volt |
| Charging DC (10-80%) | ~20 menit |
| Towing capacity | 2.000 kg |
| V2L | 3.6 kW output |
| Pasar Asia-Pasifik | Korea, Australia, Thailand (2026) |
| Status Indonesia | Belum dikonfirmasi |
Kenapa Thailand masuk daftar, tapi Indonesia belum
Ini pertanyaan yang wajar, dan jawabannya kemungkinan besar bukan soal kemampuan pasar Indonesia. Menurut laporan Electrive dari 2024 yang sudah mengantisipasi ekspansi ini, Hyundai menargetkan Australia dan Thailand sebagai pasar Asia-Pasifik prioritas karena kedua pasar tersebut memiliki regulasi emisi yang lebih ketat dan insentif EV yang sudah lebih matang.
Indonesia memang merakit Staria versi diesel secara lokal, tapi program EV di Indonesia sedang dalam masa transisi. Insentif yang ada saat ini lebih fokus pada kendaraan yang memenuhi syarat TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), dan seberapa jauh Staria EV bisa memenuhi syarat itu belum jelas.
Target global Hyundai untuk Staria EV sekitar 15.000-20.000 unit per tahun. Untuk brand yang sudah punya rekam jejak Ioniq 5 dirakit secara lokal di Indonesia, menghadirkan Staria EV dengan jalur serupa bukan sesuatu yang mustahil, tapi butuh waktu dan komitmen investasi yang lebih besar.
Bersaing dengan siapa di Indonesia
Di segmen yang berdekatan, yang paling relevan untuk dibandingkan dengan Hyundai Staria EV saat ini adalah Zeekr 009, MPV listrik premium dari Geely, Denza D9, Xpeng X9, dan Toyota Alphard dalam varian hybrid. Pasar ini cukup sibuk mengingat MPV premium adalah lini yang sangat diminati di Indonesia.
Staria EV diungkap secara resmi pada 9 Januari 2026 berdasarkan rilis resmi Hyundai. Pasar yang dikonfirmasi adalah Korea dan Eropa (semester pertama 2026), serta Australia dan Thailand sebagai pasar Asia-Pasifik. Indonesia belum masuk dalam konfirmasi resmi hingga artikel ini ditulis. Semua estimasi harga untuk Indonesia adalah kalkulasi editorial berdasarkan posisi produk, bukan pernyataan resmi Hyundai Indonesia.
Informasi lengkap tentang debut resmi Staria EV bisa ditemukan di siaran pers resmi Hyundai News.

