Ada yang menarik dari peta MPV premium Indonesia menjelang pertengahan 2026: GAC E8, MPV PHEV 7-seater dari GAC, dikonfirmasi akan meluncur sebelum GIIAS Juli. Dipajang di IIMS 2026, E8 datang dengan spesifikasi yang di atas kertas cukup kuat untuk menggoyang posisi Nissan Serena e-Power dan Honda StepWGN Hybrid yang selama ini bermain nyaman di segmen ini.
GAC E8, MPV PHEV dengan EV range 116 km
GAC E8 mengandalkan sistem plug-in hybrid generasi terbaru: mesin bensin 2.0L ATK dipadukan dengan motor listrik melalui Dedicated Hybrid Transmission (DHT), menghasilkan output sistem sekitar 237 kW. Yang paling menonjol dari spesifikasinya adalah EV range 116 km berdasarkan standar WLTP, sebuah angka yang cukup untuk sebagian besar pemakaian harian tanpa harus menyentuh tangki bensin.
Konsumsi BBM saat mesin aktif diklaim 5,7 liter per 100 km, atau setara sekitar 17,5 km per liter. Untuk MPV 7-seater berbadan besar, angka ini cukup kompetitif, terutama jika penggunaan sehari-hari memanfaatkan mode listrik.
| Harga OTR Jakarta | Belum diumumkan |
| Tipe | MPV PHEV 7-seater |
| Sistem | PHEV dengan DHT (Dedicated Hybrid Transmission) |
| Mesin | 2.0L ATK + motor listrik |
| Output sistem | ~237 kW |
| Range listrik (WLTP) | 116 km |
| Konsumsi BBM (klaim) | 5,7 L/100 km (~17,5 km/L) |
| Kapasitas | 7 penumpang |
Bersaing dengan Serena e-Power dan StepWGN Hybrid
Dua pesaing utama GAC E8 di segmen ini sudah lama berkuasa. Nissan Serena e-Power dijajakan mulai Rp 655 juta OTR Jakarta, sementara Honda StepWGN Hybrid bertengger di Rp 637,8 juta. Keduanya adalah MPV premium Jepang dengan reputasi yang sudah teruji dan loyalitas konsumen yang kuat.
Kalau GAC mematok harga E8 di bawah angka tersebut, dengan spesifikasi yang di atas kertas setara atau bahkan melampaui keduanya, GAC E8 bisa menjadi pemain disruptif di segmen ini. EV range 116 km menurut WLTP lebih dari cukup untuk rutinitas harian, dan output sistem 237 kW melampaui kedua pesaing Jepang tersebut dari sisi tenaga mentah.
Yang jadi pertanyaan adalah apakah konsumen di segmen MPV premium, yang biasanya lebih konservatif dalam memilih merek, akan terbuka untuk brand China seharga lebih dari Rp 600 juta. GAC bukan pemain baru di Indonesia, tapi E8 akan menjadi taruhan paling mahal mereka sejauh ini.
Bagian dari ekspansi besar GAC di 2026
GAC E8 bukan satu-satunya yang GAC siapkan. Seperti yang pernah kami bahas dalam rencana ekspansi GAC Indonesia, brand ini menargetkan 4 model baru sebelum GIIAS 2026, mencakup segmen MPV dan SUV dengan berbagai opsi powertrain: ICE, PHEV, EREV, hingga EV murni. E8 adalah yang paling menarik perhatian karena segmennya langsung berhadapan dengan nama-nama yang sudah mapan.
Ini juga bukan pertama kalinya brand China mencoba masuk ke segmen MPV premium Indonesia. Wuling Cortez Darion PHEV sudah membuktikan bahwa ada pasar untuk MPV PHEV, meski di segmen harga yang berbeda (Rp 439 juta). E8 bermain di level lebih atas dan dengan positioning yang lebih agresif.
Kapan dan berapa harganya
GAC Indonesia belum mengungkap harga resmi E8. Satu-satunya petunjuk adalah komitmen untuk meluncur sebelum GIIAS Juli 2026. Dari yang kami amati di pasar regional, OtoDriver mencatat harga E8 di beberapa pasar Asia berkisar di bawah harga Serena e-Power dan StepWGN, yang kalau berlaku di Indonesia, bisa menjadi argumen yang sulit untuk diabaikan.
Apakah E8 akan berhasil merebut pasar dari kompetitor Jepang? Di atas kertas, angkanya ada. Yang akan menentukan bukan hanya harga, tapi juga kualitas build, after-sales, dan seberapa kuat GAC membangun kepercayaan di segmen premium.

