BYD Indonesia punya banyak pilihan saat ini, dari city car, sedan, sampai MPV listrik. Tapi kalau kamu perhatikan baik-baik, ada satu gap yang belum terisi: SUV 7-seater. BYD Sealion 8 PHEV yang baru meluncur di Australia adalah jawaban untuk gap itu, dan pertanyaannya sekarang adalah kapan, bukan apakah, model ini akan masuk Indonesia.
Sealion 8: SUV pertama BYD dengan tujuh bangku
BYD sudah punya kendaraan 7-seater di Indonesia, yaitu M6 dan Denza D9. Tapi keduanya adalah MPV, bukan SUV. Sealion 7 yang sudah dipasarkan di sini hanya tersedia untuk 5 penumpang. Sealion 8 mengisi slot yang belum ada sebelumnya: SUV berukuran besar dengan tiga baris bangku, ditenagai sistem PHEV DM-i.
Di Australia, Sealion 8 hadir dalam tiga varian. Varian dasar FWD menggunakan baterai 19.0 kWh dengan klaim range listrik 103 km (NEDC), sementara kedua varian AWD menggunakan baterai 35.6 kWh yang memberikan range listrik 152 km (NEDC). Semua varian menggunakan mesin bensin turbocharged 1.5 liter sebagai generator dan sumber tenaga tambahan, sesuai dengan sistem DM-i yang sudah dikenal dari BYD Seal 6 dan Sealion 6.
| Harga OTR Jakarta | Belum dikonfirmasi |
| Referensi harga Australia | Mulai AUD $56.990 (~Rp 590 juta, FWD) |
| Sistem | PHEV DM-i (Super Hybrid) |
| Mesin bensin | 1.5L Turbo, 110 kW / 220 Nm |
| Tenaga kombinasi (FWD) | 205 kW / 315 Nm |
| Tenaga kombinasi (AWD) | 359 kW / 675 Nm |
| Baterai (FWD) | 19.0 kWh LFP |
| Baterai (AWD) | 35.6 kWh LFP |
| Range listrik (FWD, NEDC) | 103 km |
| Range listrik (AWD, NEDC) | 152 km |
| Kapasitas penumpang | 7 penumpang (3 baris) |
| 0-100 km/j (AWD) | 4.9 detik |
DM-i di SUV besar: logika yang sama, konteks berbeda
Sistem DM-i BYD sudah bukan hal baru. Di beberapa model seperti BYD Seal 6 sistem ini sudah diperkenalkan. Indonesia, kita sudah melihatnya di Seal 6 dan akan segera di beberapa model lain. Prinsipnya sama: mesin bensin terutama berfungsi sebagai generator, motor listrik yang menggerakkan roda, dan baterai besar yang memungkinkan kamu melakukan perjalanan harian murni dengan listrik.
Yang berbeda di BYD Sealion 8 PHEV adalah skalanya. Ini adalah SUV besar dengan tiga baris, dimensi 5.040 mm, dan bobot yang lebih berat. Range listrik 103 km untuk varian FWD dalam kondisi NEDC adalah angka yang cukup untuk komuter harian di kota tanpa harus menyentuh SPBU, tapi menurut review dari RACV Australia, angka real-world biasanya lebih rendah dari klaim NEDC, terutama dengan penumpang penuh di tiga baris.
Apakah ini masuk akal untuk Indonesia?
Di Australia, BYD Sealion 8 bersaing dengan Kia Sorento PHEV dan Mazda CX-80. Di Indonesia, Chery Tiggo 9, mungkin adalah pesaing terdekat, sama-sama SUV 7-seater dengan sistem PHEV.
Kalau BYD Indonesia memasukkan BYD Sealion 8 di kisaran Rp 700-900 juta, mungkin ini akan langsung menjadi salah satu opsi paling menarik di segmen keluarga besar yang butuh SUV bertenaga elektrifikasi. BYD sudah membuktikan kemampuannya membawa model baru dengan cepat ke Indonesia, dan gap yang ditinggalkan BYD Sealion 8 di lineup lokal terlalu jelas untuk dibiarkan kosong terlalu lama.
Untuk konteks strategi BYD di Indonesia yang lebih luas, termasuk bagaimana mereka mendorong ke segmen yang lebih premium lewat sub-brand Denza, artikel kami tentang Denza B5 PHEV yang siap masuk Indonesia memberikan gambaran bagaimana BYD membangun lineup di beberapa lapis harga sekaligus.
Informasi lengkap tentang spesifikasi BYD Sealion 8 di pasar Australia tersedia di situs resmi BYD Automotive Australia.

