BYD Song Ultra EV menjadi salah satu topik yang ramai dibahas di media otomotif Indonesia beberapa hari terakhir. SUV listrik ini resmi diluncurkan oleh BYD di pasar China pada 26 Maret 2026 dengan dua klaim utama yang langsung menarik perhatian: jangkauan hingga 710 km berdasarkan standar CLTC, dan kemampuan pengisian daya dari 10 persen ke 97 persen hanya dalam waktu 9 menit. Sebelum masuk ke datanya, ada satu hal penting yang perlu diluruskan.
Harga yang banyak beredar di media Indonesia (kisaran Rp 330–390 jutaan) adalah estimasi konversi dari harga pasar China (151.900–179.900 yuan) dan bukan angka OTR resmi untuk pasar Indonesia. Song Ultra EV belum dikonfirmasi untuk pasar Indonesia. Artikel ini merangkum data dari peluncuran resmi di China pada 26 Maret 2026.
Blade Battery generasi kedua dan klaim flash charging
Keunggulan utama Song Ultra EV ada pada sistem baterainya. BYD menggunakan Blade Battery generasi kedua di seluruh varian, dengan dua pilihan kapasitas: 68,4 kWh dengan range CLTC 620 km, dan 82,7 kWh dengan range CLTC 710 km. Yang membuat angka ini berbeda dari klaim EV kebanyakan adalah teknologi flash charging yang menyertainya.
BYD mengklaim pengisian dari 10 persen ke 97 persen bisa selesai dalam 9 menit, sementara 10 ke 70 persen hanya butuh 5 menit. Angka ini bukan sesuatu yang bisa dicapai dengan SPKLU biasa. Teknologi flash charging BYD membutuhkan infrastruktur pengisian khusus dengan kapasitas daya yang jauh melampaui standar pengisian cepat yang saat ini tersedia di Indonesia. Dalam 20 hari masa pre-sale, menurut laporan CnEVPost yang meliput peluncuran resmi di China, Song Ultra EV berhasil mengumpulkan 21.586 pesanan.
| Harga (pasar China) | 151.900–179.900 yuan (4 varian) |
| Motor | Permanent Magnet Synchronous |
| Tenaga (maks.) | hingga 362 hp |
| Baterai | 68,4 kWh / 82,7 kWh |
| Range CLTC | 620 km / 710 km |
| Flash charging | 10–97% dalam 9 menit |
| Top speed | 210 km/jam |
| Panjang | 4.850 mm |
| Wheelbase | 2.840 mm |
Fitur BYD Song Ultra dan posisi di segmen
Dari sisi kabin, BYD Song Ultra EV hadir dengan layar tengah 15,6 inci yang bisa diputar, panel instrumen digital 10,25 inci, dan head-up display 26 inci. Sensor LiDAR juga tersemat sebagai bagian dari paket ADAS pada varian tertentu. Dengan dimensi panjang 4.850 mm dan wheelbase 2.840 mm, BYD Song Ultra masuk kategori SUV medium ke atas yang lebih besar dari sebagian besar EV yang saat ini dijual di Indonesia.
Apakah BYD Song Ultra EV akan masuk Indonesia?
BYD sudah memiliki kehadiran yang cukup serius di Indonesia dengan beberapa model aktif dipasarkan, termasuk BYD Atto 3 Advanced Plus yang bermain di Rp 415 juta. Song Ultra EV, jika masuk, akan bermain di segmen yang berbeda dan dengan harga yang kemungkinan jauh lebih tinggi dari harga China-nya setelah ditambah bea masuk dan pajak lokal.
Yang lebih krusial adalah soal infrastruktur. Klaim flash charging 9 menit tidak akan bisa dinikmati tanpa flash charging station khusus yang belum tersedia di Indonesia. Ini berbeda dengan manfaat home charging yang sudah bisa dimanfaatkan pemilik EV saat ini. BYD dikabarkan berencana memperluas jaringan flash charging station ke pasar luar negeri sebelum akhir 2026, namun belum ada kepastian untuk Indonesia secara spesifik. Informasi terbaru dari halaman resmi BYD Indonesia juga belum menyebutkan rencana masuknya BYD Song Ultra EV.
Untuk saat ini, BYD Song Ultra EV adalah sinyal jelas tentang ke mana arah teknologi BYD dan seberapa cepat mereka bergerak di pasar domestik China. Kami akan memantau apakah ada pengumuman resmi untuk pasar Indonesia dalam waktu dekat.

