Di atas kertas, Chery Tiggo 9 CSH adalah kendaraan yang sulit dicari tandingannya di segmen PHEV Indonesia saat ini. Tenaga gabungan 395 PS, torsi 650 Nm, akselerasi 0-100 km/jam dalam 5,4 detik, jangkauan listrik murni 180 km, dan kapasitas 7 penumpang, semua dalam satu paket seharga Rp 739,9 juta. Masalahnya justru ada di angka itu: harga yang membawa Tiggo 9 CSH ke arena yang bukan kandang Chery sendiri.
| Harga OTR Jakarta | Rp 739,9 juta |
| Mesin bensin | 1.498 cc, 4-silinder turbo |
| Tenaga gabungan | 395 PS |
| Torsi gabungan | 650 Nm |
| Akselerasi 0-100 km/h | 5,4 detik |
| Baterai | 34,4 kWh |
| EV range (CLTC) | 180 km |
| Jangkauan total | 1.400+ km |
Dari sisi angka, ini kendaraan yang serius
Berdasarkan data yang tersedia dan impresi yang sudah dilakukan sejumlah media, Chery Tiggo 9 CSH membangun kesan pertama yang kuat. Layar sentuh 15,6 inci floating, sistem audio Sony 14-speaker, sunroof panoramik elektrik, dan konfigurasi kursi “queen seat” untuk baris kedua adalah fitur-fitur yang biasanya baru ditemukan di kendaraan premium seharga lebih dari Rp 1 miliar. Di sini semua itu masuk dalam harga Rp 739,9 juta.
Untuk konteks performa: 0-100 dalam 5,4 detik dari kendaraan 7-seater berbobot penuh adalah angka yang akan membuat Toyota Fortuner GR Sport dan Mitsubishi Pajero Sport Dakar malu. Keduanya butuh lebih dari 9 detik untuk sprint yang sama. Angka itu bukan sekadar marketing, tapi cerminan dari arsitektur PHEV yang menggabungkan mesin bensin 1.498 cc turbo dengan motor listrik secara bersamaan.
Impresi singkat yang dilakukan Detik Oto mencatat bahwa sensasi berkendara Tiggo 9 CSH “mewah dan bertenaga”, dengan catatan bahwa harganya memang mendekati Pajero Sport dan Fortuner varian atas. Dari yang kami amati dari berbagai ulasan yang tersedia, konsistensi penilaian ini cukup tinggi.
Masalah positioning yang belum terpecahkan
Di sinilah persoalan sesungguhnya mulai terlihat. Chery punya lineup CSH yang cukup lengkap di Indonesia, dari Tiggo Cross CSH (harga lebih terjangkau) hingga C5 CSH yang sudah pernah kami bandingkan dengan Yaris Cross G Hybrid. Tiggo 9 CSH berada di puncak lineup itu, dan harganya menempatkan kendaraan ini ke segmen yang berbeda sama sekali: pembeli yang sedang mempertimbangkan kendaraan di kisaran Rp 700-800 juta biasanya tidak masuk showroom Chery sebagai pilihan utama.
Di segmen itu, pesaing yang relevan bukanlah sesama brand China. Fortuner top variant berada di kisaran harga yang sama, punya heritage off-road, dan jaringan servis Toyota yang tidak perlu diragukan. Pajero Sport Dakar senada. Mereka berdua adalah nama yang sudah bertahun-tahun membangun kepercayaan di segmen ini.
Chery, sebaik apapun spesifikasi Tiggo 9 CSH, masih dalam proses membangun trust di Indonesia. 400 SPK dalam tiga bulan pertama adalah angka yang baik, tapi angka itu belum sepenuhnya menjawab pertanyaan tentang reputasi jangka panjang, ketersediaan suku cadang, dan pengalaman servis di luar kota besar. Kami juga sudah mencatat bahwa insiden kebakaran Tiggo Cross CSH beberapa waktu lalu (meski bukan dari baterai) sempat mengguncang sentimen publik terhadap brand ini, sesuatu yang butuh waktu untuk dipulihkan.
Dibandingkan dengan PHEV lain di Indonesia
Kalau perbandingannya dipersempit ke sesama PHEV, Tiggo 9 CSH berada di posisi yang lebih menarik. Wuling Cortez Darion PHEV, yang sudah kami ulas sebelumnya, menawarkan MPV PHEV 7-seater dengan EV range 125 km di harga Rp 439 juta. Selisih Rp 300 juta itu membawa perbedaan yang nyata: Tiggo 9 CSH adalah SUV (bukan MPV), punya performa jauh lebih agresif, dan EV range 180 km yang lebih panjang.
Jaecoo J7 SHS, PHEV dari brand saudara, dijual di Rp 499,9 juta dengan EV range 100 km. Tiggo 9 CSH berada Rp 240 juta di atasnya dengan EV range 80% lebih panjang dan tenaga hampir dua kali lipat. Dari sudut pandang spesifikasi murni, nilai tambahnya cukup terukur. Dari segi pricing dan positioning, Jaecoo J7 SHS sebenarnya lebih cocok head to head dengan sang “adik”Chery Tiggo 8 CSH yang dibanderol di range harga sub Rp 500 juta.
Pertanyaannya bukan apakah Tiggo 9 CSH worth it secara teknis. Berdasarkan data yang ada, secara teknis kendaraan ini sangat kompetitif, bahkan mungkin overdel untuk harganya. Pertanyaannya adalah apakah calon pembeli di segmen Rp 700-800 juta sudah cukup nyaman memilih Chery sebagai merek, bukan sebagai underdog yang menarik, tapi sebagai pilihan utama yang matang. Di 2026, jawabannya mungkin masih: belum sepenuhnya.

