Skip to content
Menakar Kekuatan Ekspor Mobil Buatan Indonesia di Tengah Pergeseran Pasar GlobalBaterai LFP vs NMC untuk mobil listrik di iklim tropis IndonesiaMenelisik Syarat Garansi Baterai Seumur Hidup Mobil ListrikHonda Terlempar dari Tiga Besar, Brio Jadi Tulang Punggung 64 Persen PenjualanChina Ambil Headline, Toyota Ambil Untung dari Pasar Hybrid IndonesiaInfrastruktur SPKLU Indonesia Kalah dari Thailand dan ASEANGanti Warna Logo: Ketika Dealer Mobil Jepang Mulai Berpindah ke Merek ChinaPangsa Pasar Astra Turun ke 49%, Benarkah Dominasi Jepang di Indonesia Sudah Melemah?Menakar Kekuatan Ekspor Mobil Buatan Indonesia di Tengah Pergeseran Pasar GlobalBaterai LFP vs NMC untuk mobil listrik di iklim tropis IndonesiaMenelisik Syarat Garansi Baterai Seumur Hidup Mobil ListrikHonda Terlempar dari Tiga Besar, Brio Jadi Tulang Punggung 64 Persen PenjualanChina Ambil Headline, Toyota Ambil Untung dari Pasar Hybrid IndonesiaInfrastruktur SPKLU Indonesia Kalah dari Thailand dan ASEANGanti Warna Logo: Ketika Dealer Mobil Jepang Mulai Berpindah ke Merek ChinaPangsa Pasar Astra Turun ke 49%, Benarkah Dominasi Jepang di Indonesia Sudah Melemah?
Berita

Chery Tiggo Cross CSH terbakar di tol Japek, ini kata pihak Chery

Chery Tiggo Cross CSH terbakar di Tol C
ikampek, Chery bilang bukan karena baterai. Kronologi, respons resmi, dan apa yang harus kamu pertimbangkan sebagai calon pembeli.

Sebuah SUV putih berpelat sementara dilalap api di bahu Tol Jakarta-Cikampek, asap hitam mengepul tinggi dari kap depan. Mobilnya baru. Masih menggunakan Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor (STCKB). Dan ternyata, itu adalah unit Chery Tiggo Cross CSH yang sedang dalam proses pengantaran internal dari dealer.

Insiden ini terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026, di ruas Tol Jakarta-Cikampek kawasan Pondok Gede. Dalam hitungan jam, video tersebut viral dan memicu satu pertanyaan yang kini ramai diperbincangkan: apakah aman membeli mobil hybrid dari brand China?

Kronologi: apa yang terjadi di Tol Cikampek

Berdasarkan pernyataan resmi dari Chery Sales Indonesia, kendaraan yang terbakar bukan milik konsumen, melainkan sedang digunakan untuk keperluan pengantaran internal, yaitu dari showroom menuju area penyimpanan stok. Pengemudi mengonfirmasi bahwa tidak ada notifikasi error pada dashboard sebelum kejadian. Api mulai terlihat setelah pengemudi melihat asap, dan sumber insiden teridentifikasi dari area bagian depan kendaraan, bukan dari area baterai.

Chery langsung mengumumkan investigasi internal dan memberikan klarifikasi dalam waktu kurang dari 24 jam setelah insiden viral, sesuatu yang patut dicatat sebagai respons yang cukup cepat untuk standar industri lokal.

Dalam tahap awal investigasi belum terdapat indikasi yang mengaitkan insiden tersebut dengan baterai dan sistem kelistrikan. Ada kemungkinan faktor lain, seperti keterlibatan material eksternal atau benda asing di luar komponen produk.

Chery Sales Indonesia, pernyataan resmi April 2026

Hasil investigasi lanjutan dari OtoDriver menyebutkan bahwa sumber api bukan dari sistem baterai hybrid, melainkan dari area mesin bagian depan. Ini relevan karena Chery Tiggo Cross CSH menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 1,8 kWh, yakni sistem yang secara kimia lebih stabil dibanding baterai NMC yang digunakan banyak EV.

Kenapa jawaban ini belum cukup

Klarifikasi bahwa “bukan baterai” memang penting, dan secara teknis meyakinkan. Tapi ada beberapa hal yang masih menggantung dan wajar dipertanyakan oleh calon pembeli.

Pertama, penyebutan “material eksternal atau benda asing” sebagai faktor potensial terasa seperti holding statement, bukan kesimpulan investigasi. Tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang benda asing apa, dari mana asalnya, dan bagaimana bisa masuk ke ruang mesin kendaraan yang seharusnya masih baru dan belum pernah digunakan konsumen.

Kedua, kendaraan yang terbakar berstatus STCKB, artinya ini unit baru yang belum melalui tangan konsumen. Kalau kebakaran bisa terjadi pada unit delivery, pertanyaannya adalah: apakah ada celah di proses quality control atau proses pengiriman yang membuka peluang masuknya material asing ke kompartemen mesin?

Ketiga, Chery bukan kali pertama menghadapi insiden kebakaran pada kendaraan di kawasan Asia Tenggara. Meski konteksnya berbeda-beda, frekuensi insiden ini membuat pasar Indonesia wajar untuk mengambil sikap lebih hati-hati.

Tentang Chery Tiggo Cross CSH: apa yang ditawarkan mobil ini

Di luar insiden ini, Chery Tiggo Cross CSH sebenarnya adalah salah satu penawaran menarik di segmen hybrid kompak. Sistem Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang digunakan berbeda dari hybrid konvensional: mesin bensin 1,5L bekerja bersama dua motor listrik, dengan tenaga gabungan 150 kW (sekitar 204 PS) dan torsi 310 Nm. Konsumsi bahan bakar diklaim 5,0 liter per 100 km.

Harga OTRMulai Rp 319,8 juta (Comfort)
Sistem penggerakFull Hybrid DHT (1 mesin + 2 motor listrik)
Mesin1.498 cc 4-silinder ACTECO G4G15B
Tenaga gabungan204 PS / 150 kW
Torsi310 Nm
Baterai1,8 kWh Lithium Iron Phosphate (LFP)
Konsumsi BBM (klaim)5,0 L/100 km
0-100 km/jam8 detik
Fitur keselamatan17 ADAS

Dalam perbandingan yang pernah kami ulas, Chery C5 CSH sempat diadu dengan Toyota Yaris Cross G Hybrid dan hasilnya bukan perbandingan yang sepadan secara teknologi, meski harganya berdekatan. Chery Tiggo Cross CSH ada di kelas sedikit berbeda, dengan segmen yang lebih kompetitif terhadap Honda HR-V e:HEV.

Apa yang perlu kamu lakukan sebagai calon pembeli

Insiden ini bukan harus membuat kamu langsung mencoret Chery Tiggo Cross CSH dari daftar. Tapi ada beberapa hal yang rasional untuk dilakukan sebelum keputusan beli:

Pertama, tunggu hasil investigasi resmi dari Chery. Klarifikasi awal bukan laporan final, dan kamu berhak meminta dealermu untuk update terbaru sebelum transaksi. Kedua, tanyakan ke dealer soal prosedur pengiriman unit baru. Kalau memang ada kemungkinan material asing masuk di proses delivery, kamu perlu tahu pemeriksaan seperti apa yang dilakukan sebelum unit sampai ke konsumen. Ketiga, pastikan kamu punya asuransi kendaraan yang memadai. Insiden seperti ini mengingatkan bahwa asuransi untuk kendaraan elektrifikasi punya pertimbangan berbeda dibanding ICE konvensional.

Catatan tentang baterai LFP

Chery Tiggo Cross CSH menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP), bukan Nickel Manganese Cobalt (NMC). Secara kimia, LFP lebih stabil terhadap panas dan lebih kecil kemungkinan mengalami thermal runaway. Investigasi awal mengonfirmasi api tidak bersumber dari sistem baterai. Ini penting untuk dipahami agar tidak terjadi generalisasi terhadap semua kendaraan hybrid.

Yang jelas, insiden ini menjadi pengingat bahwa mobil baru sekalipun bisa mengalami masalah, dan respons brand terhadap insiden semacam ini adalah salah satu faktor yang seharusnya masuk dalam pertimbangan kamu memilih merek. Seberapa cepat mereka merespons? Seberapa transparan mereka? Dan seberapa jauh mereka bersedia bertanggung jawab? Pertanyaan-pertanyaan itu berlaku untuk brand manapun, bukan hanya Chery.

Kami akan terus memantau perkembangan investigasi ini. Kalau ada update resmi dari Chery, kami akan perbarui artikel ini.

Editor-in-chief Bros & Roads. Nulis dari jalanan, bukan dari kursi kantor.