Skip to content
Pemerintah matangkan skema insentif mobil hybrid, ini arah kebijakannyaHonda HR-V Rajai Pasar SUV Ringkas, Varian Hybrid Sumbang 74 Persen PenjualanPenjualan mobil hybrid Indonesia melesat 41,9 persen tanpa insentifAkselerasi BYD di Indonesia, Mengapa City Car Listrik Mampu Menggeser Peta PasarGeliat Pasar Mobil Pikap Indonesia, Tulang Punggung Logistik yang Tembus 89 Ribu UnitMembaca Arah Regulasi TKDN Mobil Listrik dan Peta Industri Komponen LokalJalan Terjal Kredit Mobil Baru, Saat Multifinance Mengetatkan Keran PembiayaanMenakar Kekuatan Ekspor Mobil Buatan Indonesia di Tengah Pergeseran Pasar GlobalPemerintah matangkan skema insentif mobil hybrid, ini arah kebijakannyaHonda HR-V Rajai Pasar SUV Ringkas, Varian Hybrid Sumbang 74 Persen PenjualanPenjualan mobil hybrid Indonesia melesat 41,9 persen tanpa insentifAkselerasi BYD di Indonesia, Mengapa City Car Listrik Mampu Menggeser Peta PasarGeliat Pasar Mobil Pikap Indonesia, Tulang Punggung Logistik yang Tembus 89 Ribu UnitMembaca Arah Regulasi TKDN Mobil Listrik dan Peta Industri Komponen LokalJalan Terjal Kredit Mobil Baru, Saat Multifinance Mengetatkan Keran PembiayaanMenakar Kekuatan Ekspor Mobil Buatan Indonesia di Tengah Pergeseran Pasar Global
EV

Kenapa Hyundai belum mau jual Ioniq 9 meski unitnya sudah ada di Indonesia

Ioniq 9 sudah terdaftar di NJKB Indonesia dengan nilai Rp 723 juta dan unitnya sudah masuk, tapi Hyundai belum buka penjualan. Apa yang sedang mereka tunggu?

Hyundai Ioniq 9 sudah terdaftar di sistem NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor) Indonesia dengan nilai Rp 723 juta untuk varian Calligraphy AWD. Unit fisiknya sudah masuk ke tanah air, tapi PT Hyundai Motors Indonesia belum membuka penjualan. Bukan karena ada masalah dengan produknya, tapi karena strategi bisnis yang lebih rumit dari sekadar “kapan siap”.

Estimasi harga (NJKB)Rp 723 juta (Calligraphy AWD)
Baterai110,3 kWh
Range WLTP619,5 km (varian RWD)
Konfigurasi kursi7 penumpang (3 baris)
Pengisian cepat DC350 kW (ultra fast)
Status di IndonesiaBelum dijual secara komersial

Sudah ada, tapi belum dijual

Keberadaan Ioniq 9 di NJKB adalah sinyal administrasi yang penting. Proses pendaftaran di NJKB biasanya dilakukan sebelum kendaraan dipasarkan secara resmi, sebagai bagian dari persiapan regulasi dan perpajakan. Artinya, Hyundai Indonesia sudah menyelesaikan pekerjaan rumah administratifnya. seperti yang dilaporkan Viva.co.id, nilai NJKB yang terpantau adalah Rp 723 juta untuk varian Calligraphy AWD.

Tapi manajemen Hyundai Motors Indonesia sendiri mengkonfirmasi bahwa unit yang saat ini ada di Indonesia digunakan untuk keperluan internal dan uji pasar, bukan untuk dijual ke konsumen. Kompas Otomotif melaporkan bahwa pihak Hyundai menyatakan Ioniq 9 belum masuk dalam daftar kendaraan yang dijual melalui jaringan dealer mereka, dan mereka masih menunggu kebijakan pemerintah terkait kendaraan listrik.

Kebijakan pemerintah yang sedang dinantikan

Pertanyaan “kebijakan apa?” relevan untuk dijawab. Dalam konteks industri EV Indonesia saat ini, ada beberapa regulasi yang sedang dalam proses finalisasi atau perubahan, termasuk skema insentif LCEV (Low Carbon Emission Vehicle), syarat TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) untuk mendapat keringanan pajak, dan kebijakan impor CBU yang sudah mengalami perubahan.

Ioniq 9 adalah kendaraan yang akan diimpor sebagai CBU jika dijual sekarang, atau berpotensi diproduksi lokal mengingat Hyundai sudah punya pabrik di Cikarang. Hyundai Ioniq 5 sudah dirakit lokal di fasilitas tersebut, dan ada indikasi Ioniq 9 sedang dipertimbangkan untuk mengikuti jejak yang sama. Kalau itu terjadi, menjual Ioniq 9 sebagai CBU sekarang dan kemudian beralih ke produksi lokal bisa mempersulit posisi pricing dan pajak di kemudian hari.

Tentang spesifikasi Ioniq 9

Spesifikasi yang tercantum di artikel ini berdasarkan data global dari pasar yang sudah diluncurkan. Spesifikasi untuk pasar Indonesia bisa berbeda, terutama terkait varian yang ditawarkan dan fitur yang disertakan. Range 619,5 km WLTP adalah angka varian long-range RWD dengan ban 20 inci.

Persaingan yang sudah berubah sejak Ioniq 9 diumumkan

Ketika Hyundai pertama kali mengisyaratkan Ioniq 9 untuk Indonesia, lanskap EV premium di sini masih sangat berbeda. Sekarang, SUV listrik 7-seater bukan lagi kategori kosong. VinFast Limo Green dan Wuling Cortez Darion EV, yang sudah kami bahas dalam perbandingan langsung, bermain di segmen MPV listrik. Lebih relevan lagi, Hyundai Staria EV sendiri sudah diumumkan dengan spesifikasi 84 kWh dan kemampuan pengisian 800V.

Ioniq 9 di kisaran Rp 700-900 juta, jika akhirnya dijual, harus bersaing dalam ekosistem yang sudah jauh lebih ramai dibanding dua tahun lalu. Brand China menawarkan SUV listrik dengan spesifikasi tinggi di harga yang lebih agresif. Hyundai sadar betul tentang ini, dan pernyataan resmi mereka tentang “menunggu kondisi yang tepat” mencerminkan kehati-hatian yang masuk akal dari sudut pandang bisnis.

Apakah Ioniq 9 akan sampai ke Indonesia?

Dari yang kami amati berdasarkan perkembangan terbaru, peluangnya tetap terbuka. Pendaftaran NJKB bukan hal yang dilakukan tanpa rencana. Unit test sudah ada. Pabrik di Cikarang sudah terbukti mampu merakit Ioniq 5. Variabel yang paling tidak pasti adalah timing dan struktur harga akhirnya.

Hyundai Creta Alpha yang baru saja hadir membuktikan bahwa Hyundai masih serius menggarap Indonesia dengan produk yang dipertimbangkan matang sebelum masuk. Model seperti Creta Alpha adalah bukti bahwa brand ini tidak asal tembak dalam strategi produknya. Ioniq 9 kemungkinan besar akan datang dengan cara yang sama, di waktu yang menurut mereka paling masuk akal secara bisnis, bukan sekadar paling cepat.

Dalam konteks persaingan EV yang semakin dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan perang tarif, seperti yang sudah kami bahas dalam analisis tentang paradoks EV Indonesia di tengah perang dagang AS-China, keputusan Hyundai untuk menunggu momen yang tepat bukan terlihat sebagai kelemahan, tapi sebagai kalkulasi yang disengaja.

Editor-in-chief Bros & Roads. Nulis dari jalanan, bukan dari kursi kantor.