Jaecoo J5 EV menutup Maret 2026 sebagai mobil listrik terlaris di Indonesia dengan 2.959 unit terdistribusi. Dua pekan kemudian, PT Chery Sales Indonesia resmi menghapus program “price lock insurance” dan menaikkan harga J5 EV, variannya berbeda besarannya. Ini bukan kenaikan kecil yang bisa diabaikan.
| Harga OTR Jakarta (Standard) | Rp 279,9 juta |
| Harga OTR Jakarta (Premium) | Rp 309,9 juta |
| Harga sebelumnya (Standard) | Rp 249,9 juta |
| Harga sebelumnya (Premium) | Rp 299,9 juta |
| Baterai | 60,9 kWh (LFP) |
| Range WLTP | 399 km |
| Tenaga | 211 hp |
| Pengisian AC | 11 kW (estimasi 5,5 jam penuh) |
| Tipe | Compact SUV listrik |
Dari terlaris langsung naikkan harga
Data penjualan Maret 2026 yang dirilis pertengahan April ini cukup mengejutkan. menurut data yang dikutip CNN Indonesia, Jaecoo J5 EV berhasil menyalip BYD Atto 1 yang selama ini mendominasi. BYD Atto 1 hanya mencatatkan 672 unit di bulan yang sama, turun cukup signifikan dari bulan-bulan sebelumnya. Jaecoo J5 EV, dengan angka 2.959 unit, jelas berbicara tentang momentum yang kuat di segmen ini.
Yang menarik adalah timing-nya. Dalam waktu kurang dari dua pekan sejak data itu ramai dibahas, PT Chery Sales Indonesia justru mengumumkan kenaikan harga. Bukan kenaikan tipis-tipis, tapi cukup terasa: varian Standard naik dari Rp 249,9 juta menjadi Rp 279,9 juta (+Rp 30 juta), sementara varian Premium naik lebih kecil dari Rp 299,9 juta menjadi Rp 309,9 juta (+Rp 10 juta).
Apa itu “price lock insurance” dan kenapa dihapus
Sejak masuk Indonesia, Jaecoo J5 EV menawarkan program yang mereka sebut price lock insurance, sebuah jaminan bahwa harga tidak akan berubah selama periode tertentu. Program ini menjadi salah satu argumen penjualan yang kuat, terutama di pasar yang masih ragu dengan stabilitas harga EV asal China.
Ketika program itu resmi dihapus, seperti yang dilaporkan OtoDriver, Jaecoo kembali ke mekanisme harga normal tanpa perlindungan tersebut. Kenaikan harga yang terjadi kemudian bisa dibaca sebagai konsekuensi langsung: tanpa lock, Chery bebas menyesuaikan harga sesuai kondisi pasar, termasuk memperhitungkan berakhirnya insentif CBU untuk kendaraan listrik impor yang sudah terjadi beberapa waktu lalu. Kami sebelumnya sudah membahas dampak berakhirnya insentif itu dalam konteks yang lebih luas di artikel tentang mengapa 15 pabrikan memilih bangun pabrik lokal.
Dengan harga baru, posisi J5 EV berubah tidak?
Di Rp 279,9 juta, Jaecoo J5 EV Standard masih berada di zona yang kompetitif untuk segmen compact SUV listrik. Citroen e-C3, yang kami ulas dalam impresi awal beberapa waktu lalu, ditawarkan di kisaran harga yang berdekatan. MG S5 EV varian entry-level berada di atas angka itu. Tidak ada mobil listrik 5-seater berbentuk SUV yang dijual lebih murah dari J5 EV saat ini di Indonesia.
Namun pergeserannya tetap terasa bagi konsumen yang sudah terlanjur membandingkan J5 EV di harga Rp 249,9 juta. Selisih Rp 30 juta bukan angka yang bisa diabaikan di segmen ini, terutama karena pembeli di kisaran harga ini biasanya sangat sensitif terhadap perbandingan per juta rupiah yang mereka keluarkan.
Kabar baiknya untuk yang sudah SPK sebelum pengumuman kenaikan: harga lama dikonfirmasi masih berlaku untuk pemesanan yang sudah masuk. Total SPK Jaecoo J5 EV dilaporkan telah melewati angka 6.000 unit, sebuah angka yang menunjukkan bahwa pasar sudah memvalidasi produk ini jauh sebelum harga dinaikkan.
Pertanyaan yang lebih penting sekarang: dengan harga baru, apakah Jaecoo masih bisa mempertahankan posisi terlaris di April dan bulan-bulan berikutnya? Data penjualan bulan ini akan jadi jawabannya.

