Skip to content
Menakar Kekuatan Ekspor Mobil Buatan Indonesia di Tengah Pergeseran Pasar GlobalBaterai LFP vs NMC untuk mobil listrik di iklim tropis IndonesiaMenelisik Syarat Garansi Baterai Seumur Hidup Mobil ListrikHonda Terlempar dari Tiga Besar, Brio Jadi Tulang Punggung 64 Persen PenjualanChina Ambil Headline, Toyota Ambil Untung dari Pasar Hybrid IndonesiaInfrastruktur SPKLU Indonesia Kalah dari Thailand dan ASEANGanti Warna Logo: Ketika Dealer Mobil Jepang Mulai Berpindah ke Merek ChinaPangsa Pasar Astra Turun ke 49%, Benarkah Dominasi Jepang di Indonesia Sudah Melemah?Menakar Kekuatan Ekspor Mobil Buatan Indonesia di Tengah Pergeseran Pasar GlobalBaterai LFP vs NMC untuk mobil listrik di iklim tropis IndonesiaMenelisik Syarat Garansi Baterai Seumur Hidup Mobil ListrikHonda Terlempar dari Tiga Besar, Brio Jadi Tulang Punggung 64 Persen PenjualanChina Ambil Headline, Toyota Ambil Untung dari Pasar Hybrid IndonesiaInfrastruktur SPKLU Indonesia Kalah dari Thailand dan ASEANGanti Warna Logo: Ketika Dealer Mobil Jepang Mulai Berpindah ke Merek ChinaPangsa Pasar Astra Turun ke 49%, Benarkah Dominasi Jepang di Indonesia Sudah Melemah?
Berita

BYD comeback ke top 4 Juni 2026, M6 DM jadi pendorong utama pemulihan

BYD comeback ke top 4 merek terlaris nasional Juni 2026 setelah anjlok di Mei. M6 DM produksi lokal Subang jadi pendorong utama pemulihan.

Industri otomotif Indonesia kembali menunjukkan tren positif di Juni 2026. Setelah anjlok ke posisi di luar 10 besar pada Mei dengan cuma 895 unit distribusi, BYD berhasil comeback dan kembali menembus empat besar merek terlaris nasional. Lonjakan ini sebagian besar didorong oleh dimulainya distribusi BYD M6 DM, MPV plug-in hybrid tujuh penumpang produksi lokal Subang.

Dari 895 unit ke top 4: perjalanan BYD dalam sebulan

Pada Mei 2026, BYD mencatatkan rekor terendahnya sejak masuk Indonesia. Distribusi wholesales jatuh 80,6% jadi cuma 895 unit, posisi mereka terlempar dari 10 besar. Manajemen BYD saat itu menjelaskan ini dampak transisi dari skema impor CBU ke produksi lokal CKD di pabrik Subang, Jawa Barat.

Kini, satu bulan setelahnya, gambarnya sudah beda. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat distribusi BYD melonjak pesat di Juni 2026. Secara kumulatif semester pertama 2026, BYD mencatatkan 23.257 unit, menempatkan mereka di empat besar merek nasional.

Beberapa sumber media melaporkan BYD di posisi 5 besar, tapi yang jelas adalah mereka sudah kembali masuk kelompok teratas nasional. Ini mengakhiri setidaknya satu bulan vakum di papan atas, berbeda dengan situasi Mei ketika BYD anjlok sampai 895 unit.

M6 DM: pendorong utama pemulihan BYD

Dua faktor utama yang menggerakkan BYD di Juni. Pertama, distribusi BYD M6 DM yang sudah mulai berjalan masif setelah GT Radial GIIAS 2026 pada akhir Juni. MPV PHEV tujuh penumpang ini dibanderol mulai Rp298 juta OTR Jakarta untuk varian Classic Standard, sampai Rp390 juta untuk varian Cross Superior Captain. Harga yang kompetitif untuk sebuah MPV seven-seater dengan teknologi plug-in hybrid.

Faktor kedua, dealer-dealer yang sudah mulai menerima pasokan unit dari produksi lokal Subang. Pabrik BYD di Subang beroperasi sejak kuartal pertama 2026 dengan kapasitas 150.000 unit per tahun. Saat transisi dari impor ke lokal selesai, rantai distribusi kembali normal.

Honda turun, Jaecoo mengintai dari posisi 4 besar

Di sisi lain, Honda terus mengalami kemerosotan. Secara kumulatif semester I 2026, Honda mencatatkan 20.673 unit dan turun ke posisi 6 besar, dari sebelumnya konsisten di 5 besar dalam beberapa tahun terakhir. Angkanya terus menyusut month-to-month.

Jaecoo, merek asal China lainnya, juga tidak mau kalah. Sepanjang Juni 2026, Jaecoo membukukan distribusi ribuan unit, salah satunya lewat Jaecoo J5 EV yang laris manis di segmen SUV listrik. Jaecoo bahkan sempat menggeser Honda di beberapa periode penghitungan. Dinamika ini jadi kelanjutan dari persaingan brand China versus Jepang yang mulai menunjukkan pergeseran di Mei.

Total pasar Juni 2026: 77.550 unit, naik 12%

Secara keseluruhan, pasar otomotif Indonesia di Juni 2026 bergerak positif. Gaikindo mencatat distribusi wholesales mencapai 77.550 unit, naik 12% dibandingkan Mei yang cuma 69.219 unit. Penjualan retail atau dari dealer ke konsumen juga tumbuh dari 71.687 unit di Mei jadi 74.507 unit di Juni, bertambah 3,9%.

Untuk semester pertama 2026 secara keseluruhan, total distribusi mencapai 436.564 unit, naik 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 376.707 unit. Ini menunjukkan industri otomotif Indonesia masih dalam tren pertumbuhan meskipun ada gangguan transisi di sisi supply chain.

Pertumbuhan ini juga ditandai dengan masuknya beberapa merek baru. Enam merek anyar sudah debut di GIIAS 2026, separuh di antaranya adalah merek listrik murni. Kompetisi makin ramai, dan konsumen makin punya banyak pilihan di semua segmen.

Bagi BYD, Juni 2026 jadi bukti bahwa masa transisi produksi lokal bukan akhir, tapi justru awal baru. Dengan pabrik Subang yang sudah beroperasi dan distribusi M6 DM yang mulai masif, posisi BYD di papan atas tampaknya akan bertahan lebih lama dibanding Mei lalu.

Editor-in-chief Bros & Roads. Nulis dari jalanan, bukan dari kursi kantor.