Dalam tiga tahun terakhir, Indomobil Group diam-diam membangun portofolio brand EV China yang mungkin paling agresif di Indonesia. Dimulai dari GAC AION, lalu Maxus, GWM, Changan, dan kini Leapmotor — sebuah brand EV asal Hangzhou yang masuk bukan sendirian, tapi bersama Stellantis, konglomerat otomotif Eropa pemilik Jeep, Peugeot, dan Citroën. Kombinasi ini menarik untuk dicermati: kenapa brand EV China perlu “wali” dari Eropa untuk masuk Indonesia?
Siapa Leapmotor dan kenapa ini beda dari brand EV lain?
Leapmotor adalah brand EV asal China yang didirikan 2015, fokus pada segmen volume — bukan luxury. Model andalannya, C10 dan B10, menyasar segmen SUV compact dan hatchback dengan harga kompetitif. Di China, Leapmotor sudah menjual lebih dari 500.000 unit kumulatif dan masuk ke pasar Eropa lewat kemitraan dengan Stellantis sejak 2023.
Yang membedakan masuknya Leapmotor ke Indonesia adalah strukturnya. Stellantis memegang 51% saham joint venture Leapmotor International, dan Indomobil ditunjuk sebagai distributor lokal. Artinya ada dua lapisan: Stellantis memastikan standardisasi global dan jaringan suku cadang internasional, sementara Indomobil yang handle distribusi, dealer, dan after-sales di Indonesia.
Ini berbeda dari cara BYD masuk lewat PT BYD Motor Indonesia (anak usaha sendiri), atau Wuling yang sudah punya pabrik lokal di Cikarang. Leapmotor datang dengan infrastruktur yang sudah disiapkan dua pihak sekaligus.
Indomobil: kolektor brand EV China paling sibuk di Indonesia
Sebelum Leapmotor, Indomobil sudah lebih dulu menaungi AION, Maxus, GWM, dan Changan di bawah satu payung grup. Masing-masing brand punya fokus segmen tersendiri:
- GAC AION — EV mainstream dengan pabrik perakitan lokal di Indonesia (joint venture dengan PT National Assemblers)
- Maxus — fokus komersial dan van listrik
- GWM — SUV premium lewat brand Tank dan Ora
- Changan — city car listrik lewat Lumin dan lineup EV lainnya
- Leapmotor — SUV dan hatchback volume menengah via Stellantis
Strategi ini mencerminkan taruhan besar Indomobil bahwa transisi ke EV di Indonesia akan mempercepat persaingan antar brand China — dan siapa yang punya paling banyak pilihan di satu jaringan distribusi, akan punya leverage terbesar di dealer dan layanan purna jual.
Model apa yang akan masuk, dan berapa harganya?
Leapmotor C10 adalah model yang paling berpeluang debut di Indonesia — SUV compact full EV dengan jarak tempuh hingga 420 km (WLTP) dan desain yang cukup premium untuk harganya. Di Eropa, C10 dijual mulai sekitar EUR 36.000. Untuk Indonesia, estimasi harga belum diumumkan resmi, tapi dengan pola harga brand EV China yang masuk sebelumnya, segmen Rp 400-600 juta adalah zona yang paling realistis.
Model B10 — hatchback EV lebih kompak — juga disebut sebagai kandidat untuk pasar Asia Tenggara, bersaing langsung di segmen yang saat ini diisi Changan Lumin dan BYD Seagull.
Yang perlu diperhatikan sebelum tertarik
Masuknya Leapmotor lewat jalur Stellantis memberi kepercayaan lebih soal standardisasi komponen dan garansi — ini yang sering jadi kekhawatiran pembeli EV China pertama kali. Tapi sampai Leapmotor resmi meluncur di Indonesia dengan harga dan varian yang dikonfirmasi, ada baiknya tunggu dulu sebelum membandingkannya head-to-head dengan kompetitor yang sudah ada.
Yang jelas, lanskap EV Indonesia makin penuh — dan Indomobil sedang memposisikan diri sebagai pemain yang tidak mau ketinggalan satu pun segmen.

