Skip to content
Menakar Kekuatan Ekspor Mobil Buatan Indonesia di Tengah Pergeseran Pasar GlobalBaterai LFP vs NMC untuk mobil listrik di iklim tropis IndonesiaMenelisik Syarat Garansi Baterai Seumur Hidup Mobil ListrikHonda Terlempar dari Tiga Besar, Brio Jadi Tulang Punggung 64 Persen PenjualanChina Ambil Headline, Toyota Ambil Untung dari Pasar Hybrid IndonesiaInfrastruktur SPKLU Indonesia Kalah dari Thailand dan ASEANGanti Warna Logo: Ketika Dealer Mobil Jepang Mulai Berpindah ke Merek ChinaPangsa Pasar Astra Turun ke 49%, Benarkah Dominasi Jepang di Indonesia Sudah Melemah?Menakar Kekuatan Ekspor Mobil Buatan Indonesia di Tengah Pergeseran Pasar GlobalBaterai LFP vs NMC untuk mobil listrik di iklim tropis IndonesiaMenelisik Syarat Garansi Baterai Seumur Hidup Mobil ListrikHonda Terlempar dari Tiga Besar, Brio Jadi Tulang Punggung 64 Persen PenjualanChina Ambil Headline, Toyota Ambil Untung dari Pasar Hybrid IndonesiaInfrastruktur SPKLU Indonesia Kalah dari Thailand dan ASEANGanti Warna Logo: Ketika Dealer Mobil Jepang Mulai Berpindah ke Merek ChinaPangsa Pasar Astra Turun ke 49%, Benarkah Dominasi Jepang di Indonesia Sudah Melemah?
ICE

Mitsubishi Destinator di 2026: SUV 7-seater tanpa hybrid, apakah masih relevan?

Mitsubishi Destinator hadir tanpa hybrid di Rp 395-510 juta. Kami bedah posisinya vs kompetitor dan apakah bintang 5 NCAP cukup meyakinkan.

Di pasar SUV Indonesia yang makin sesak oleh produk-produk China dengan spesifikasi tinggi dan harga agresif, Mitsubishi Destinator memilih bermain di segmen yang sedikit berbeda: SUV 7-seater bermesin konvensional, dengan harga mulai Rp 395 juta dan posisi sebagai “SUV tiga baris” yang menjadi jagoan Mitsubishi di IIMS 2026. Tapi apakah Destinator punya cukup keunggulan untuk bersaing di era yang semakin berpihak pada elektrifikasi?

Mitsubishi Destinator: positioning yang tidak mudah

Destinator bukan mobil baru sama sekali, Mitsubishi memang memperkenalkannya untuk pasar emerging market termasuk Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin. Di Indonesia, model ini sudah tersedia dan menjadi salah satu model unggulan Mitsubishi di IIMS 2026 yang berlangsung Februari lalu. Bahkan, Mitsubishi merayakan 55 tahun kehadiran mereka di Indonesia dengan meluncurkan Destinator 55th Anniversary Edition seharga Rp 520,5 juta, versi spesial dengan roof hitam two-tone dan beberapa sentuhan eksterior eksklusif.

Lini reguler Destinator tersedia dalam empat varian: GLS CVT (Rp 395 juta), Exceed CVT (Rp 420 juta), Ultimate CVT (Rp 480 juta), dan Ultimate Premium (Rp 510 juta), semuanya OTR Jakarta berdasarkan data dari halaman resmi Mitsubishi Destinator di OTO.com.

Spesifikasi mesin dan konfigurasi

Destinator menggunakan mesin 1.5 liter turbocharged 4-silinder yang menghasilkan 161 hp dan 250 Nm torsi, dipasangkan dengan transmisi CVT. Angka torsi 250 Nm dari mesin 1.5T ini cukup kompetitif untuk membawa tujuh penumpang dewasa di jalan tol maupun kontur jalan yang berbukit.

Dari sisi dimensi, Destinator memiliki panjang 4.680 mm, lebar 1.840 mm, dan tinggi 1.780 mm. Wheelbase-nya belum dirilis secara resmi dalam data yang kami temukan, namun dari dimensi totalnya, Destinator tergolong SUV menengah-besar yang lebih besar dari Rush atau Terios, tapi lebih kompak dari Pajero Sport.

Catatan keselamatan juga layak disebut: Destinator berhasil meraih bintang 5 dalam uji ASEAN NCAP, yang menjadi argumen kuat untuk segmen keluarga yang mengutamakan keselamatan.

Siapa kompetitor langsungnya?

Di segmen SUV 7-seater dengan powertrain konvensional di bawah Rp 500 juta, Destinator berhadapan dengan beberapa nama yang sudah lebih dulu dikenal:

  • Toyota Rush (sekitar Rp 300-370 juta): lebih terjangkau, tapi mesin lebih kecil dan torsi lebih rendah
  • Daihatsu Terios (mulai Rp 222 juta): entry-level SUV 7-seater, dimensi lebih kompak
  • Honda BR-V (mulai Rp 289 juta): MPV-SUV crossover dengan wheelbase panjang
  • Brand China: sejumlah SUV dari merek China kini masuk di kisaran Rp 300-450 juta dengan fitur lebih lengkap

Yang membedakan Destinator dari list di atas adalah kombinasi mesin turbo bertenaga, rating ASEAN NCAP bintang 5, dan “trust factor” Mitsubishi yang sudah puluhan tahun di Indonesia. Tapi pertanyaannya: apakah hal tersebut cukup untuk justify selisih harga yang tidak kecil dibanding Rush atau Terios?

Angle yang lebih menarik: tidak ada varian hybrid

Satu hal yang menarik dari posisi Destinator di 2026 adalah absennya opsi hybrid. Di saat hampir semua SUV kompetitif di Indonesia mulai menawarkan varian hybrid, Destinator hadir murni dengan mesin bensin. Ini bisa dibaca sebagai strategi “fokus pada value ICE” atau bisa juga dipandang sebagai ketertinggalan dari sisi elektrifikasi.

Untuk konteks kompetisi brand China di segmen ini, kami sebelumnya menulis tentang bagaimana Suzuki menghadapi tekanan dari brand China yang merupakan dinamika serupa yang dihadapi Mitsubishi dengan Destinator.

Di sisi lain, jika target pembeli Destinator adalah keluarga yang tidak peduli dengan hybrid dan lebih mengutamakan nama besar, nilai jual kembali yang lebih predictable, dan jaringan servis luas, maka keputusan Mitsubishi tidak bermain di hybrid belum tentu menjadi masalah besar. Data ini bisa dikonfirmasi lebih lanjut dari liputan detail Destinator di IIMS 2026 oleh Kompas Otomotif.

Catatan akhir

Mitsubishi Destinator adalah SUV 7-seater yang solid berdasarkan data yang tersedia: mesin bertenaga, bintang 5 ASEAN NCAP, dan harga yang kompetitif dibanding Pajero Sport. Tantangan terbesarnya bukan dari dalam, tapi dari luar: brand China semakin agresif di segmen ini, dan konsumen Indonesia semakin teredukasi soal elektrifikasi. Apakah Destinator cukup untuk 2026? Itu pertanyaan yang baru bisa dijawab oleh pasar.

Editor-in-chief Bros & Roads. Nulis dari jalanan, bukan dari kursi kantor.