Skip to content
Menakar Kekuatan Ekspor Mobil Buatan Indonesia di Tengah Pergeseran Pasar GlobalBaterai LFP vs NMC untuk mobil listrik di iklim tropis IndonesiaMenelisik Syarat Garansi Baterai Seumur Hidup Mobil ListrikHonda Terlempar dari Tiga Besar, Brio Jadi Tulang Punggung 64 Persen PenjualanChina Ambil Headline, Toyota Ambil Untung dari Pasar Hybrid IndonesiaInfrastruktur SPKLU Indonesia Kalah dari Thailand dan ASEANGanti Warna Logo: Ketika Dealer Mobil Jepang Mulai Berpindah ke Merek ChinaPangsa Pasar Astra Turun ke 49%, Benarkah Dominasi Jepang di Indonesia Sudah Melemah?Menakar Kekuatan Ekspor Mobil Buatan Indonesia di Tengah Pergeseran Pasar GlobalBaterai LFP vs NMC untuk mobil listrik di iklim tropis IndonesiaMenelisik Syarat Garansi Baterai Seumur Hidup Mobil ListrikHonda Terlempar dari Tiga Besar, Brio Jadi Tulang Punggung 64 Persen PenjualanChina Ambil Headline, Toyota Ambil Untung dari Pasar Hybrid IndonesiaInfrastruktur SPKLU Indonesia Kalah dari Thailand dan ASEANGanti Warna Logo: Ketika Dealer Mobil Jepang Mulai Berpindah ke Merek ChinaPangsa Pasar Astra Turun ke 49%, Benarkah Dominasi Jepang di Indonesia Sudah Melemah?
Berita

Pertamax Rp16.250 per liter, Ini hitungan dampaknya ke biaya operasional 10 mobil populer

Harga Pertamax naik Rp3.950 jadi Rp16.250/liter. Simulasi biaya full tank 10 mobil populer, perbandingan hybrid EV. Kenaikan terbesar sepanjang sejarah.

Jakarta. Harga Pertamax tiba-tiba naik Rp3.950 jadi Rp16.250 per liter dalam sekali penyesuaian. Kenaikan terbesar sepanjang sejarah Indonesia ini langsung bikin siapa pun yang punya mobil bensin mikir ulang soal budget BBM bulanan.

Rabu, 10 Juni 2026, Pertamina resmi menaikkan Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 ke Rp16.250 per liter. Kenaikan Rp3.950 atau 32% dalam sekali adjust. Ini bukan sekadar harga BBM naik biasa. Ini kenaikan Pertamax terbesar sepanjang sejarah Indonesia dalam sekali penyesuaian.

Pertamax Green 95 juga ikut naik jadi Rp17.000/liter (dari Rp12.900). Sementara Pertamax Turbo (RON 98) udah di Rp20.750 sejak awal Juni. Buat kamu yang selama ini setia ngisi Pertamax, saatnya duduk dan ngitung ulang budget BBM bulanan.

Full Tank Cost: Dulu vs Sekarang

Kami menghimpun data kapasitas tangki dari 10 mobil paling populer di Indonesia. Biar kamu bisa lihat langsung gede banget selisihnya:

Toyota Avanza 1.5G (43L)
Sebelum: Rp528.900
Sesudah: Rp698.750
Selisih: Rp169.850

Toyota Kijang Innova (bensin) (55L)
Sebelum: Rp676.500
Sesudah: Rp893.750
Selisih: Rp217.250

Mitsubishi Xpander (45L)
Sebelum: Rp553.500
Sesudah: Rp731.250
Selisih: Rp177.750

Hyundai Stargazer (40L)
Sebelum: Rp492.000
Sesudah: Rp650.000
Selisih: Rp158.000

Honda HR-V (40L)
Sebelum: Rp492.000
Sesudah: Rp650.000
Selisih: Rp158.000

Toyota Fortuner (bensin) (80L)
Sebelum: Rp984.000
Sesudah: Rp1.300.000
Selisih: Rp316.000

Mitsubishi Pajero Sport (bensin) (68L)
Sebelum: Rp836.400
Sesudah: Rp1.105.000
Selisih: Rp268.600

Wuling Almaz (55L)
Sebelum: Rp676.500
Sesudah: Rp893.750
Selisih: Rp217.250

Toyota Rush (45L)
Sebelum: Rp553.500
Sesudah: Rp731.250
Selisih: Rp177.750

Daihatsu Terios (44L)
Sebelum: Rp541.200
Sesudah: Rp715.000
Selisih: Rp173.800

Total selisih per full tank buat 10 mobil ini rata-rata Rp192.000 per mobil per isi penuh. Kalau kamu isi full tank seminggu sekali, tambahan biaya BBM per bulan bisa mencapai Rp800.000 per mobil.

Perbandingan dengan Hybrid dan EV

Kenaikan Pertamax ini bikin pertimbangan pindah ke hybrid atau EV makin relevan. Ambil contoh Toyota Innova Zenix Hybrid yang punya konsumsi BBM sekitar 20 km/l di dalam kota. Dengan tangki 55 liter, biaya full tank Pertamax Rp893.750 tadi bisa buat jarak tempuh sekitar 1.100 km.

Sementara Innova bensin 2.0 liter yang konsumsinya sekitar 10 km/l, biaya yang sama cuma bisa buat 550 km. Artinya biaya operasional hybrid hampir setengahnya di atas kertas.

Di sisi EV, ambil contoh BYD M6 yang punya konsumsi setara 1,4 kWh per km. Dengan taris listrik rumah Rp1.467 per kWh, biaya per km cuma Rp2.054. Bandingkan dengan Innova bensin yang di harga Pertamax baru Rp16.250 per liter dengan konsumsi 10 km/l berarti Rp1.625 per km. EV tetap lebih murah, meski selisihnya nggak terlalu drastis.

Apa yang Harus Kamu Lakukan?

Kalau mobil kamu masih pure bensin dan sering dipake harian, ada beberapa opsi:

  • Evaluasi budget BBM ulang. Kenaikan Rp200.000 per bulan per mobil adalah tambahan pengeluaran yang nggak kecil.
  • Pertimbangkan hybrid untuk mobil baru. Selisih biaya BBM antara mobil bensin dan hybrid sekarang makin besar.
  • Cari alternatif transportasi kalo budget BBM udah nggak sustainable.
  • Pantau terus promo Pertamina lewat aplikasi MyPertamina buat dapat harga khusus atau cashback.

Buat yang penasaran, berikut perbandingan biaya tahunan (asumsi 15.000 km/tahun) untuk beberapa tipe mobil:

Honda Brio (bensin, 12 km/liter):
Tahun lalu: Rp15.375.000
Sekarang: Rp20.312.500
Tambahan: Rp4.937.500

Mitsubishi Xpander (bensin, 11 km/liter):
Tahun lalu: Rp16.772.727
Sekarang: Rp22.159.091
Tambahan: Rp5.386.364

Toyota Kijang Innova (bensin, 10 km/liter):
Tahun lalu: Rp18.450.000
Sekarang: Rp24.375.000
Tambahan: Rp5.925.000

Toyota Innova Zenix Hybrid (20 km/liter):
Tahun lalu: Rp9.225.000
Sekarang: Rp12.187.500
Tambahan: Rp2.962.500

Selisih biaya tahunan antara Innova bensin sama hybrid sekarang Rp12.187.500. Tambahan Rp5,9 juta buat pemilik Innova bensin per tahun. Cukup signifikan.

Apakah Kenaikan Ini Wajar?

Kenaikan 32% dalam sekali adjust memang ekstrem, tapi kalo dilihat dari harga minyak dunia yang naik ke $85 per barel dan subsidi BBM yang terus berkurang, ini adalah konsekuensi yang nggak terhindarkan. Pemerintah secara bertahap mengurangi subsidi buat BBM RON 92 dengan alasan anggaran.

Yang menarik, kenaikan Pertamax ini terjadi di saat penjualan mobil hybrid dan EV di Indonesia lagi naik. Data Gaikindo menunjukkan penjualan hybrid tumbuh 15% di Mei 2026 sementara mobil bensin murni turun 3%. Apakah ini kebetulan? Mungkin nggak.

Dengan harga Pertamax yang terus naik, transisi ke mobil elektrifikasi bukan lagi soal gaya hidup tapi soal hitungan matematika bulanan. Dan angka-angkanya sekarang mulai berbicara.

Editor-in-chief Bros & Roads. Nulis dari jalanan, bukan dari kursi kantor.