Skip to content
Menakar Kekuatan Ekspor Mobil Buatan Indonesia di Tengah Pergeseran Pasar GlobalBaterai LFP vs NMC untuk mobil listrik di iklim tropis IndonesiaMenelisik Syarat Garansi Baterai Seumur Hidup Mobil ListrikHonda Terlempar dari Tiga Besar, Brio Jadi Tulang Punggung 64 Persen PenjualanChina Ambil Headline, Toyota Ambil Untung dari Pasar Hybrid IndonesiaInfrastruktur SPKLU Indonesia Kalah dari Thailand dan ASEANGanti Warna Logo: Ketika Dealer Mobil Jepang Mulai Berpindah ke Merek ChinaPangsa Pasar Astra Turun ke 49%, Benarkah Dominasi Jepang di Indonesia Sudah Melemah?Menakar Kekuatan Ekspor Mobil Buatan Indonesia di Tengah Pergeseran Pasar GlobalBaterai LFP vs NMC untuk mobil listrik di iklim tropis IndonesiaMenelisik Syarat Garansi Baterai Seumur Hidup Mobil ListrikHonda Terlempar dari Tiga Besar, Brio Jadi Tulang Punggung 64 Persen PenjualanChina Ambil Headline, Toyota Ambil Untung dari Pasar Hybrid IndonesiaInfrastruktur SPKLU Indonesia Kalah dari Thailand dan ASEANGanti Warna Logo: Ketika Dealer Mobil Jepang Mulai Berpindah ke Merek ChinaPangsa Pasar Astra Turun ke 49%, Benarkah Dominasi Jepang di Indonesia Sudah Melemah?
Hybrid

Pre-booking DFSK E5 Plus dibuka, SUV PHEV 7-Seater siap gebrak GIIAS 2026

PT Sokonindo Automobile buka pre-booking DFSK E5 Plus mulai Rp5.000. SUV PHEV tujuh penumpang ini meluncur resmi di GIIAS 2026 dengan klaim 80 km/liter.

Pre-booking dibuka 23 Juni, harga resmi di GIIAS 2026

PT Sokonindo Automobile resmi membuka periode pre-booking untuk DFSK E5 Plus pada 23 Juni 2026. Konsumen bisa memesan SUV PHEV tujuh penumpang ini mulai dari Rp5.000 saja. Harga off the road baru akan diumumkan pada 29 Juli nanti di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Yang cukup menarik dari strategi launch DFSK adalah keputusan untuk tidak membawa Aito M7 dan M9. Dua model premium yang sempat ditampilkan di GIIAS 2026 tersebut kini tidak jadi dijual di Indonesia. Sebagai gantinya, DFSK memilih fokus ke E5 Plus, yang posisinya lebih dekat ke segmen mainstream.

Klaim 80 km/liter dan jarak tempuh 1.400 kilometer

DFSK membenamkan teknologi Smart Power System DE-i pada E5 Plus, menurut laporan Kompas. Kombinasi mesin bensin 1.5 liter dan motor listrik menghasilkan klaim efisiensi bahan bakar hingga 80 kilometer per liter. Dengan tangki penuh dan baterai terisi, DFSK menyebutkan SUV ini bisa menempuh hingga 1.400 kilometer sebelum harus mengisi ulang atau mengisi BBM.

Dari sisi dimensi, E5 Plus memiliki panjang 4.760 mm, lebar 1.865 mm. Wheelbase-nya memanjang, yang artinya ruang kabin untuk tiga baris cukuplapang. DFSK menyebutkan bahwa model ini menawarkan konfigurasi tujuh tempat duduk standar dengan ventilasi dan pemanas pada semua jok baris kedua dan ketiga.

Aito yang tidak jadi datang, dan makna strategi DFSK

Sebelum E5 Plus, DFSK sebenarnya sudah membawa dua model Aito ke GIIAS 2026, yaitu M7 dan M9. Keduanya merupakan hasil akuisisi Seres atas brand Aito yang dikembangkan bersama Huawei. Namun strategi berubah. DFSK akhirnya memilih E5 Plus sebagai produk electrified pertama yang dijual resmi di Indonesia.

Ada beberapa kemungkinan alasan di balik keputusan ini. Pertama, ekosistem setelah jual Aito yang masih perlu dibangun dari nol. Kedua, positioning harga Aito yang cenderung premium bisa membatasi volume penjualan. E5 Plus dengan platform PHEV yang lebih familiaresia, diharapkan bisa menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk keluarga yang sudah terbiasa dengan SUV konvensional tapi ingin merasakan pengalaman elektrifikasi.

Yang mencolok lainnya dari desain E5 Plus adalah penggunaan grille depan tertutup alias closed grille. Ini menunjukkan bahwa mesin bensin di sini berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai, bukan sebagai penggerak utama. Secara visual, E5 Plus memiliki kesamaan desain dengan Wuling Eksion, BYD M6 DM yang diproduksi lokal di Subang, dan DFSK Glory 580 yang sudah lebih dulu hadir.

Posisi E5 Plus di segmen PHEV Indonesia

DFSK E5 Plus akan berhadapan langsung dengan Wuling Eksion yang sudah lebih dulu meluncur di Indonesia. Selain itu, ada juga BYD M6 DM yang menggunakan powertrain PHEV serupa. Di kelas yang sedikit lebih tinggi, Toyota Zenix Hybrid dan Veloz Hybrid juga menjadi contender di segmen elektrifikasi.

Keunggulan klaim DFSK terletak pada jarak tempuh kombinasi yang disebut paling tinggi di kelasnya, yaitu 1.400 kilometer. Pertanyaannya, apakah angka ini akan sesuai dengan penggunaan nyata di jalan Indonesia yang macet? Kita perlu menunggu sampai unit test drive tersedia untuk memverifikasi klaim tersebut.

Faktor lain yang menentukan keberhasilan E5 Plus adalah after-sales network. DFSK saat ini memiliki dealer yang tersebar di kota-kota besar. Untuk model elektrifikasi, service support yang memadai menjadi kunci agar konsumen tidak ragu dalam memutuskan pembelian.

PT Sokonindo Automobile menyatakan bahwa konsumen yang melakukan pemesanan awal akan mendapatkan keuntungan eksklusif senilai total Rp60 juta untuk setiap unit, menurut laporan Suara.com. Angka tersebut mencakup gratis layanan perawatan berkala dan akses ke jaringan charging partner DFSK.

Editor-in-chief Bros & Roads. Nulis dari jalanan, bukan dari kursi kantor.