XPENG X9 resmi meraih gelar The Best High MPV EV di ajang OTOMOTIF Award 2026 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Tidak usah terlalu herannya sih, tapi tetap bikin mengangkat alis kalau kita tarik ke belakang: baru berapa tahun XPENG masuk Indonesia, dan sudah diajak bicara di podium yang sama dengan Toyota dan Hyundai.
Ajang OTOMOTIF Award 2026
Tabloid OTOMOTIF sudah menggelarnya selama 19 kali berturut-turut, menjadikannya salah satu acuan paling konsisten di industri otomotif nasional. Penjurian dilakukan oleh tim test driver, test rider, dan editor Tabloid OTOMOTIF secara independen, dengan periode pengujian mulai 1 Maret 2025 sampai 31 Maret 2026. Total ada 23 kategori penghargaan untuk kendaraan roda empat dan 24 kategori untuk roda dua.
Kategori The Best High MPV EV termasuk kategori yang relatif baru, seiring masuknya berbagai model EV premium ke pasar Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Di sini, XPENG X9 harus menjawab tantangan dari nama-nama besar: Denza D9 (brand joint venture BYD dan Mercedes-Benz), Zeekr 009, Hyundai Staria EV, hingga Toyota Alphard dalam varian hybrid-nya.
Apa yang membuat XPENG X9 menonjol
Di atas kertas, XPENG X9 punya beberapa kartu yang tidak banyak kompetitornya tawarkan di segmen yang sama. Mobil ini menggunakan arsitektur 800 volt, motor listrik depan 240 kW dengan torsi 480 Nm, dan baterai NMC berkapasitas 101,5 kWh pada varian Long Range yang diklaim mampu menempuh hingga 590 km WLTP.
Fitur yang paling sering jadi pembicaraan adalah rear-wheel steering, yang membuat radius putar XPENG X9 hanya 5,4 meter. Untuk sebuah MPV sepanjang hampir 5,3 meter, angka ini cukup impresif dan sangat relevan untuk kondisi jalan Indonesia yang tidak selalu lapang. Ditambah air suspension dua ruang yang bisa menyesuaikan tinggi mobil sesuai kondisi jalan.
Dari sisi teknologi assist, XPENG X9 membawa XPILOT Assist yang mencakup Advanced Driver Assistance System (ADAS) lengkap, termasuk overtake assist di jalan tol dan automatic parking. Fitur-fitur ini bukan sekadar gimmick kalau kamu sering berkendara sendiri dalam perjalanan jarak jauh.
Harga dan posisi di pasar Indonesia
XPENG X9 hadir di Indonesia dengan tiga varian. Varian Standard Range dijual Rp 990 juta OTR Jakarta, Long Range Pro di kisaran Rp 1,059 miliar, dan Long Range Pro+ sebagai varian tertinggi dibanderol sekitar Rp 1,099 miliar. Semua sudah all-in, belum termasuk insentif pemerintah yang sampai saat ini masih dalam proses finalisasi.
Dengan posisi harga tersebut, X9 berhadapan langsung dengan Toyota Alphard Hybrid, Hyundai Staria EV, dan Denza D9. Perbedaannya, X9 adalah satu-satunya di antara mereka yang murni full EV tanpa opsi mesin pembakaran.
Apa artinya penghargaan ini untuk pasar EV Indonesia
XPENG bukan brand yang punya warisan nama besar di Indonesia. Brand ini mulai dikenal luas setelah membawa P7 ke IIMS 2026, dan X9 adalah langkah keduanya di pasar ini. Tapi dari cara mereka mengemas produk, XPENG tidak main-main soal spesifikasi dan fitur.
Penghargaan di kategori High MPV EV bukan sekadar trophy, tapi sinyal bahwa konsumen Indonesia mulai terbuka untuk EV premium dari brand China. Ini kontras dengan perjalanan brand China di Indonesia yang dulu masih sebelah mata. Dari yang kami amati, pergeseran ini bukan hanya soal harga, tapi soal fitur, teknologi, dan keseluruhan paket yang sekarang sudah bisa dibandingkan dengan brand-brand established.
Kalau kamu sedang mencari MPV listrik premium dengan budget di kisaran Rp 1 miliar, XPENG X9 layak masuk dalam daftar pertimbanganmu. Bukan berarti dia yang terbaik untuk semua orang, tapi spesifikasinya sulit diabaikan begitu kamu membandingkannya dengan kompetitor di kelas yang sama.

