Skip to content
Menakar Kekuatan Ekspor Mobil Buatan Indonesia di Tengah Pergeseran Pasar GlobalBaterai LFP vs NMC untuk mobil listrik di iklim tropis IndonesiaMenelisik Syarat Garansi Baterai Seumur Hidup Mobil ListrikHonda Terlempar dari Tiga Besar, Brio Jadi Tulang Punggung 64 Persen PenjualanChina Ambil Headline, Toyota Ambil Untung dari Pasar Hybrid IndonesiaInfrastruktur SPKLU Indonesia Kalah dari Thailand dan ASEANGanti Warna Logo: Ketika Dealer Mobil Jepang Mulai Berpindah ke Merek ChinaPangsa Pasar Astra Turun ke 49%, Benarkah Dominasi Jepang di Indonesia Sudah Melemah?Menakar Kekuatan Ekspor Mobil Buatan Indonesia di Tengah Pergeseran Pasar GlobalBaterai LFP vs NMC untuk mobil listrik di iklim tropis IndonesiaMenelisik Syarat Garansi Baterai Seumur Hidup Mobil ListrikHonda Terlempar dari Tiga Besar, Brio Jadi Tulang Punggung 64 Persen PenjualanChina Ambil Headline, Toyota Ambil Untung dari Pasar Hybrid IndonesiaInfrastruktur SPKLU Indonesia Kalah dari Thailand dan ASEANGanti Warna Logo: Ketika Dealer Mobil Jepang Mulai Berpindah ke Merek ChinaPangsa Pasar Astra Turun ke 49%, Benarkah Dominasi Jepang di Indonesia Sudah Melemah?
Otomotif

Geely EX5 facelift bergeser ke RWD dengan LiDAR di atap

Geely EX5 facelift resmi daftar ke otoritas China Juni 2026. Perpindahan ke RWD, tenaga naik 328 HP, LiDAR di atap untuk navigasi autopilot. Apa artinya untuk pasar Indonesia?

Baru-baru ini rumor Geely EX5 facelift muncul dengan perubahan besar di sektor powertrain. Dari yang sebelumnya menggunakan penggerak depan, SUV listrik kompak ini kini beralih ke rear-wheel drive atau RWD. Tenaga yang dihasilkan juga melonjak cukup jauh, dari sekitar 214 HP di versi lama menjadi 328 HP di versi facelift.

Angka 328 HP itu sudah tercatat dalam dokumen pengajuan izin edar ke otoritas transportasi China pada Juni 2026. Kenaikan hampir 114 HP ini bukan sekadar klaim di atas kertas, melainkan sudah melewati proses sertifikasi resmi.

Data China EV DataTracker menunjukkan EX5 sudah membukukan 24.150 unit penjualan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Di pasar domestik China, mobil ini dikenal sebagai Galaxy E5 sejak 2024. Angkanya menunjukkan EX5 sudah menjadi salah satu tulang punggung distribusi Geely di segmen SUV listrik kompak.

LiDAR di atap, G-Pilot H5 untuk navigasi autopilot

Salah satu perubahan paling mencolok dari sisi teknologi adalah kehadiran sensor LiDAR di area atap. Sensor ini menjadi komponen inti dari sistem advanced driver assistance atau ADAS bernama G-Pilot H5.

Dengan LiDAR, G-Pilot H5 diklaim mampu menjalankan fungsi Navigate On Autopilot atau NOA di rute perkotaan dan jalan bebas hambatan secara bersamaan. Artinya, mobil bisa menangani beberapa situasi tertentu secara semi-otonom tanpa menuntut perhatian penuh pengemudi sepanjang waktu.

Sebagai konteks, sistem LiDAR untuk ADAS level tinggi selama ini identik dengan kendaraan premium. Kehadiran teknologi serupa di EX5 facelift menunjukkan bahwa Geely berusaha memangkas jarak itu, membawa fitur semi-otonom ke kelas yang lebih acessibel.

Desain Lebih Agresif, Flush Door Handle Dihilangkan

Dari eksterior, EX5 versi penyegaran tampil lebih agresif dibanding pendahulunya. Redesain bumper depan kini dilengkapi saluran udara aktif yang membantu pendinginan komponen powertrain secara lebih efisien.

Geely juga membuang desain flush door handle yang selama ini menjadi ciri khas mobil listrik modern. EX5 facelift kini menggunakan gagang pintu konvensional. Keputusan ini cukup kontras dengan tren yang berkembang, mengingat banyak pabrikan justru berlomba menambahkan flush door handle untuk tampilan lebih futuristik.

Secara dimensi, EX5 tetap mengutamakan penggunaan perkotaan dengan ground clearance dan wheelbase yang mendukung kenyamanan di jalan urban, bukan kemampuan off-road berat.

Posisi Geely EX5 di lineup Indonesia

PT Geely Motor Indonesia sudah menjual EX5 dengan dua varian. EX5 Pro dibanderol Rp 465 juta dan EX5 Max Rp 505 juta, keduanya OTR Jakarta. Sebagai perbandingan, EX2 bermain di rentang Rp 255-269 juta sebagai opsi paling terjangkau dari Geely di Indonesia.

Pada Juni 2026, Geely juga resmi menghadirkan Emgrand i-HEV untuk segmen hybrid, menegaskan bahwa brand ini serius menggarap berbagai jalur elektrifikasi di pasar Indonesia. Kedua model itu bersamaan dengan facelift EX5 di China menunjukkan bahwa portofolio Geely berkembang cukup agresif.

Facelift EX5 diperkirakan belum masuk Indonesia dalam waktu dekat. Biasanya ada jeda beberapa bulan hingga satu tahun antara peluncuran versi China dan distribusinya ke pasar ASEAN. Namun, dengan perpindahan ke RWD, lompatan tenaga 328 HP, dan LiDAR untuk semi-otonom, EX5 facelift bisa menjadi opsi menarik bagi konsumen yang membandingkan mobil listrik China Rp 500 jutaan dengan kompetitornya.

Secara keseluruhan, facelift Geely EX5 bukan sekadar penyegaran tampilan. Perpindahan ke RWD, kenaikan tenaga ke 328 HP, dan LiDAR untuk sistem G-Pilot H5 menjadi tiga perubahan utama yang menandai strategi Geely dalam bermain di segmen EV yang lebih matang. Bagi kamu yang saat ini menimbang antara BYD Atto 3, Hyundai Ioniq 5, atau Chery Omoda E5, EX5 facelift ini layak masuk dalam daftar evaluasi terutama jika teknologinya nanti turut dibawa ke versi Indonesia.

Editor-in-chief Bros & Roads. Nulis dari jalanan, bukan dari kursi kantor.