Pemerintah bakal resmi menerapkan biodiesel B50 secara nasional mulai 1 Juli 2026. Artinya, 50 persen isi tangki solar kendaraan diesel di Indonesia akan digantikan oleh biodiesel berbasis minyaksawit. Buat pemilik mobil diesel baru, ini bukan masalah besar. Tapi buat kamu yang masih mengendarai mobil diesel berusia 10 tahun ke atas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Karakteristik biodiesel yang berbeda dari solar biasa
Biodiesel punya sifat yang berbeda dari solar konvensional. Berdasarkan data yang kami amati dari penjelasan Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Wahyudi, biodiesel memiliki tingkat kekentalan dan kepadatan yang lebih tinggi, tapi nilai kalor yang lebih rendah. Singkatnya, bahan bakarnya lebih kental dan mesin butuh volume lebih banyak untuk menghasilkan tenaga yang setara.
Karakteristik biodiesel yang lebih kental dapat memengaruhi proses pembakaran. Pada kendaraan yang lebih lama, kondisi ini berpotensi menyebabkan penurunan performa dan tenaga dibandingkan ketika menggunakan solar murni, jelas Wahyudi, sebagaimana dikutip Kompas.com.
Komponen karet jadi korban pertama
Dari sisi ketahanan mesin secara keseluruhan, dampaknya dinilai tidak terlalu signifikan untuk kendaraan modern. Namun pada kendaraan berusia tua, ada satu titik lemah yang sering terabaikan: komponen berbahan karet di sistem bahan bakar.
Komponen seperti selang, seal, dan gasket yang terbuat dari karet tertentu bisa mengalami keausan lebih cepat ketika bersentuhan dengan biodiesel. Ini bukan berarti mobil diesel tua langsung rusak, tapi pemilik perlu lebih rajin memeriksa kondisi sistem bahan bakar.
Pakar juga menyarankan agar pemilik kendaraan diesel lebih rutin memeriksa filter bahan bakar, karena B50 berpotensi meningkatkan pembentukan endapan pada sistem bahan bakar, terutama jika kualitas biodiesel tidak terjaga dengan baik selama proses penyimpanan dan distribusi.
Solusi: perawatan lebih rajin, tidak perlu modifikasi
Pemerintah dan Gaikindo sudah menyatakan industri otomotif siap mendukung implementasi B50. Untuk pemilik kendaraan diesel modern, tidak ada penyesuaian khusus yang diperlukan. Kendaraan diesel keluaran 5-10 tahun terakhir umumnya sudah dirancang untuk mengakomodasi campuran biodiesel dengan kadar tinggi.
Yang perlu dilakukan pemilik mobil diesel tua adalah:
- Memeriksa kondisi filter bahan bakar lebih rutin, idealnya setiap 5.000-7.000 km pada masa transisi awal
- Menguras dan membersihkan tangki bahan bakar sebelum benar-benar beralih ke B50
- Memperhatikan tanda-tanda penurunan performa mesin seperti tarikan yang terasa lebih lambat atau getaran yang tidak biasa
- Menggunakan produk additive biodiesel yang direkomendasikan untuk membantu proses pembakaran
Jadi, mobil diesel tua bisa pakai B50?
Bisa, tapi dengan catatan. Kendaraan diesel yang diproduksi sebelum 2015 kemungkinan terbesar lebih merasakan dampak. Jika kamu sehari-hari mengandalkan Toyota Kijang Innova diesel atau Fortuner diesel versi lawas, ada baiknya mulai serius memperhitungkan perawatan ekstra mulai sekarang.
Yang pasti, tantangan terbesar B50 bukan di sisi kendaraan, melainkan di konsistensi kualitas biodiesel yang diproduksi dan diedarkan. Pihak pemerintah dan produsen biodiesel harus memastikan mutu bahan bakar tetap sesuai standar hingga sampai ke konsumen. Kalau kualitas terjaga, dampak negatif terhadap kendaraan dapat diminimalkan.

