Skip to content
Menakar Kekuatan Ekspor Mobil Buatan Indonesia di Tengah Pergeseran Pasar GlobalBaterai LFP vs NMC untuk mobil listrik di iklim tropis IndonesiaMenelisik Syarat Garansi Baterai Seumur Hidup Mobil ListrikHonda Terlempar dari Tiga Besar, Brio Jadi Tulang Punggung 64 Persen PenjualanChina Ambil Headline, Toyota Ambil Untung dari Pasar Hybrid IndonesiaInfrastruktur SPKLU Indonesia Kalah dari Thailand dan ASEANGanti Warna Logo: Ketika Dealer Mobil Jepang Mulai Berpindah ke Merek ChinaPangsa Pasar Astra Turun ke 49%, Benarkah Dominasi Jepang di Indonesia Sudah Melemah?Menakar Kekuatan Ekspor Mobil Buatan Indonesia di Tengah Pergeseran Pasar GlobalBaterai LFP vs NMC untuk mobil listrik di iklim tropis IndonesiaMenelisik Syarat Garansi Baterai Seumur Hidup Mobil ListrikHonda Terlempar dari Tiga Besar, Brio Jadi Tulang Punggung 64 Persen PenjualanChina Ambil Headline, Toyota Ambil Untung dari Pasar Hybrid IndonesiaInfrastruktur SPKLU Indonesia Kalah dari Thailand dan ASEANGanti Warna Logo: Ketika Dealer Mobil Jepang Mulai Berpindah ke Merek ChinaPangsa Pasar Astra Turun ke 49%, Benarkah Dominasi Jepang di Indonesia Sudah Melemah?
EV

Alasan kenapa BYD Atto 1 masuk akal untuk nge-bid

BYD Atto 1 terjual 22.582 unit di 2025 dan mulai dilirik driver Grab-Gojek. Kami bedah kalkulasi biaya dan alasan di balik pilihan ini.

Di antara ribuan unit BYD Atto 1 yang terjual sepanjang 2025, ada satu segmen pembeli yang mulai muncul dan cukup menarik untuk dicermati: driver taksi online. Bukan keputusan yang tiba-tiba, bukan pula tren yang dibuat-buat. Ada kalkulasi yang masuk akal di balik pilihan itu — dan memahaminya bisa memberi perspektif berbeda soal bagaimana EV benar-benar digunakan di Indonesia.

BYD Atto 1: EV terlaris 2025 yang sering luput dari perbincangan

BYD Atto 1 mencatatkan 22.582 unit terjual sepanjang 2025, menjadikannya mobil listrik terlaris di Indonesia tahun itu. Bukan Ioniq 5, bukan BYD Seal, bukan pula Wuling Air EV. Angka ini cukup mengejutkan mengingat Atto 1 jarang mendapat sorotan sebesar saudaranya di segmen yang lebih premium.

Harganya memang berbeda dari kebanyakan EV yang sering dibahas. Varian Dynamic dibanderol Rp 195 juta, sementara varian Premium berada di Rp 235 juta. Di segmen itu, Atto 1 tidak punya banyak kompetitor langsung yang sebanding dari sisi fitur dan range. Baterainya 30,08 kWh (Dynamic) dan 38,88 kWh (Premium), dengan klaim jarak 300 km dan 380 km masing-masing.

Sebagai konteks, kami sudah membahas kondisi pasar EV Indonesia yang bergerak cepat, termasuk kenaikan harga beberapa model EV di Maret 2026 yang jadi pertimbangan tersendiri bagi calon pembeli.

Kenapa driver Grab dan Gojek mulai lirik Atto 1?

Grab dan Gojek disebut sudah masuk ke fase eksplorasi penggunaan BYD Atto 1 sebagai armada. Belum ada komitmen resmi yang dikonfirmasi, tapi ketertarikan dari kedua platform besar itu bukan tanpa alasan — dan kalkulasinya sederhana.

Driver taksi online punya pola operasional yang khas: jam jalan panjang, jarak harian tinggi, dan kebutuhan menekan biaya operasional semaksimal mungkin. Di sini, EV seperti Atto 1 punya argumen yang kuat.

Berdasarkan data yang tersedia, untuk pemakaian sekitar 40 km per hari, biaya pengisian listrik BYD Atto 1 via SPKLU berada di kisaran Rp 14.000 per hari — dibanding sekitar Rp 20.000 untuk mobil bensin setara. Dengan home charging, angkanya bisa turun hingga Rp 8.000 per hari. Selisih ini terlihat kecil, tapi dalam skala operasional 300 hari per tahun, akumulasinya cukup bermakna.

Biaya servis tahunan BYD Atto 1 diklaim hanya sekitar Rp 1 juta per tahun atau per 20.000 km — jauh di bawah rata-rata mobil bensin yang sudah termasuk penggantian oli, filter, dan komponen berkala lainnya. Tidak ada kopling, tidak ada transmisi konvensional yang aus, tidak ada sistem exhaust yang perlu dirawat. Untuk driver yang menghitung setiap rupiah pengeluaran, ini bukan hal kecil.

Lebih jauh, laporan biaya kepemilikan BYD Atto 1 selama satu tahun dari OtoDetik menunjukkan penghematan yang nyata dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional di kelas yang sama.

Kabinnya ternyata cukup untuk penumpang taksi online

Satu faktor yang sering diremehkan dalam diskusi soal Atto 1 sebagai kendaraan operasional adalah dimensi kabinnya. Dengan panjang total di atas 4 meter, ruang belakang Atto 1 cukup lega untuk penumpang dewasa dengan tas kabin atau koper kecil. Bukan SUV besar, tapi bukan juga city car sempit.

Layar infotainment 10,1 inci dengan Apple CarPlay dan Android Auto juga memberi kesan modern yang tidak biasanya hadir di kendaraan operasional segmen harga ini. Untuk penumpang yang naik taksi online dan terbiasa membandingkan pengalaman, ini bisa jadi nilai tambah yang tidak kasat mata.

Dynamic atau Premium: mana yang lebih masuk akal untuk operasional?

Kalau konteksnya penggunaan intensif sebagai kendaraan operasional harian, varian Dynamic (Rp 195 juta, range 300 km) lebih relevan secara finansial. Range 300 km cukup untuk satu hingga dua sesi kerja panjang, apalagi kalau ada akses ke SPKLU di titik istirahat.

Varian Premium (Rp 235 juta, range 380 km) lebih masuk akal kalau kamu berencana menggunakannya sebagai kendaraan pribadi sekaligus sesekali operasional, atau kalau rute harianmu mencakup area dengan akses SPKLU yang terbatas.

Untuk detail perbandingan lengkap kedua varian dari sisi fitur dan spesifikasi, kamu bisa merujuk ke analisis Kompas Otomotif soal perbedaan Dynamic dan Premium.

Bukan berarti tanpa catatan

Penggunaan intensif sebagai kendaraan operasional juga berarti siklus pengisian baterai yang lebih sering. Kesehatan baterai dalam jangka panjang — terutama kalau pengisian dilakukan via fast charger DC setiap hari — tetap jadi pertanyaan yang belum banyak datanya untuk konteks penggunaan di Indonesia. Ini bukan dealbreaker, tapi bukan sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja.

Jaringan SPKLU yang belum merata juga masih jadi constraint nyata, terutama di luar kota besar. Driver yang rutenya mencakup area pinggiran atau perbatasan kota perlu memetakan titik pengisian lebih cermat. Kami sudah membahas ini lebih detail di artikel panduan home charging vs SPKLU untuk pemilik EV Indonesia.

Tapi secara keseluruhan, kalkulasinya memang condong ke arah yang menarik — dan tidak mengherankan kalau BYD Atto 1 jadi salah satu EV yang paling relevan dibahas bukan hanya sebagai kendaraan pribadi, tapi juga sebagai kendaraan kerja.

Editor-in-chief Bros & Roads. Nulis dari jalanan, bukan dari kursi kantor.