Di antara semua mobil yang dipajang di IIMS 2026, iCar V23 mungkin adalah salah satu mobil listrik yang paling banyak memancing pertanyaan dari pengunjung: “Ini brand apa? Hubungannya sama Chery J6 itu gimana?” Dan itu wajar, karena sebelum kamu bisa menilai apakah V23 worth it atau tidak, kamu perlu tahu dulu bahwa mobil ini datang dari sejarah yang lebih berliku dari yang terlihat di brosurnya. Fakta bahwa 300 unit berhasil dipreorder hanya selama IIMS berlangsung membuktikan bahwa pasar sudah merespons positif, bahkan sebelum harga finalnya diumumkan.
Kenapa iCar V23 bukan sekedar “mobil baru dari Chery”
Untuk memahami iCar V23, kita perlu mundur sebentar. Di pasar global, Chery Group punya sub-brand bernama iCar — mulanya dirancang khusus untuk pasar domestik China dan tidak dimaksudkan untuk ekspor. Model perdananya, iCar 03, adalah SUV listrik compact yang cukup populer di China.
Saat Chery mau membawa mobil itu ke Indonesia, ada masalah: brand “iCar” tidak bisa langsung digunakan di luar China karena alasan perizinan merek. Solusinya? Mobil yang sama masuk ke Indonesia dengan nama baru — Chery J6. Itulah kenapa kalau kamu membandingkan spesifikasi Chery J6 dengan iCar 03, keduanya hampir identik secara mekanis.
Tapi kisahnya tidak berhenti di situ. Ketika Chery mau membawa model berikutnya, V23, proses yang sama tidak bisa diulang begitu saja — V23 adalah produk yang secara desain dan filosofi memang dibangun berbeda. Ini bukan sekadar refresh J6. Maka Chery akhirnya memutuskan langkah yang lebih ambisius: membawa iCar sebagai brand mandiri ke Indonesia untuk pertama kalinya.
Perjalanan panjang sebelum IIMS 2026
Nama iCar V23 sebenarnya sudah muncul di radar Indonesia jauh sebelum IIMS 2026. Pada April 2025, tersiar kabar bahwa V23 rencananya akan dibawa masuk lewat brand Jaecoo — sub-brand petualangan dari Chery Group yang saat itu juga baru masuk Indonesia. Rencananya V23 akan debut di GIIAS 2025 di bawah bendera Jaecoo.
Rencana itu tidak jadi. Entah karena positioning yang berubah atau strategi brand yang direvisi, V23 akhirnya muncul di Indonesia sebagai iCar V23, hadir resmi di IIMS 2026 Februari lalu — dengan brand iCar yang berdiri sendiri, terpisah dari Chery, Omoda, maupun Jaecoo. Chery Group kini memiliki lima brand aktif di Indonesia: Chery, Omoda, Jaecoo, Lepas, dan iCar.
iCar V23 vs Chery J6: platform sama, jiwa berbeda
Pertanyaan teknis yang sering muncul: kalau V23 dan J6 berbagi platform, apa bedanya? Lebih banyak dari yang kamu kira.
Secara dimensi, V23 lebih besar dari J6 dan secara harga memang mengisi segmen yang lebih tinggi. Tapi yang lebih menarik adalah perbedaan filosofi desain dan konstruksi. J6 dibangun dengan konstruksi aluminium — lebih ringan, lebih sporty. V23 menggunakan baja yang diklaim lebih rigid dan tahan benturan. Chery menyebut ini sebagai konsep “Toy Car” — visual yang sengaja mengambil estetika boxy retro-modern yang mudah dikenali di jalanan, dengan tingkat modularitas tinggi yang memungkinkan personalisasi. Kalau J6 terasa seperti SUV listrik untuk profesional muda, V23 memang ditargetkan lebih ke konsumen yang ingin tampil beda.
Perbedaan detailnya cukup spesifik untuk dibahas tersendiri — OtoDriver sudah memetakan keduanya secara mendalam di artikel perbedaan iCar V23 dan Chery J6.
Spesifikasi dan harga: yang sudah diketahui, yang belum
Di IIMS 2026, iCar memperkenalkan V23 dalam tiga rencana varian: OG, Pro, dan Pro Plus. Varian Pro Plus hadir sebagai edisi perdana terbatas — hanya 23 unit — dengan harga khusus Rp 789 juta. Angka 23 unit ini bukan kebetulan; ini referensi ke nama modelnya sendiri, bagian dari positioning brand yang sengaja membangun eksklusivitas.
Persoalannya: harga untuk varian OG dan Pro belum diumumkan secara resmi. Bos Chery Indonesia saat dikonfirmasi di IIMS menyatakan harga final masih dalam tahap penentuan. Ini yang membuat banyak calon pembeli masih menahan diri meski animo awal terbilang tinggi. Dan perlu dicatat: sementara V23 masih menunggu pengumuman harga, Chery J6 — saudaranya yang berbagi platform — baru saja naik harga hingga Rp 60 juta di Maret 2026. Perubahan kebijakan insentif pajak EV yang sama kemungkinan akan memengaruhi harga akhir V23.
Masuk akal punya banyak brand di satu pasar?
Ini pertanyaan yang layak diajukan. Chery, Omoda, Jaecoo, Lepas, dan kini iCar — kelimanya hadir di Indonesia dengan segmen yang berbeda: Chery untuk ICE dan entry EV, Omoda untuk crossover premium, Jaecoo untuk off-road lifestyle, Lepas untuk segmen sedan luxury, dan iCar untuk EV urban dengan karakter kuat. Di atas kertas, positioning-nya tidak tumpang tindih.
Tantangannya adalah eksekusi. Konsumen Indonesia belum tentu familiar dengan semua sub-brand ini, dan ada risiko brand confusion di showroom. Strategi serupa pernah dicoba pemain lain di Indonesia — seperti Leapmotor yang membutuhkan “wali” Stellantis untuk masuk pasar, brand EV China memang sedang mencari cara berbeda untuk menempatkan diri di sini.
iCar V23 sendiri punya modal awal yang kuat: desain yang punya identitas jelas, 300 pre-order di IIMS, dan brand story yang sekarang kamu sudah tahu lebih dalam dari rata-rata konsumen. Yang tinggal ditunggu adalah kepastian harga varian regulernya — karena di situlah keputusan pembelian sesungguhnya akan diuji.

