Skip to content
Menakar Kekuatan Ekspor Mobil Buatan Indonesia di Tengah Pergeseran Pasar GlobalBaterai LFP vs NMC untuk mobil listrik di iklim tropis IndonesiaMenelisik Syarat Garansi Baterai Seumur Hidup Mobil ListrikHonda Terlempar dari Tiga Besar, Brio Jadi Tulang Punggung 64 Persen PenjualanChina Ambil Headline, Toyota Ambil Untung dari Pasar Hybrid IndonesiaInfrastruktur SPKLU Indonesia Kalah dari Thailand dan ASEANGanti Warna Logo: Ketika Dealer Mobil Jepang Mulai Berpindah ke Merek ChinaPangsa Pasar Astra Turun ke 49%, Benarkah Dominasi Jepang di Indonesia Sudah Melemah?Menakar Kekuatan Ekspor Mobil Buatan Indonesia di Tengah Pergeseran Pasar GlobalBaterai LFP vs NMC untuk mobil listrik di iklim tropis IndonesiaMenelisik Syarat Garansi Baterai Seumur Hidup Mobil ListrikHonda Terlempar dari Tiga Besar, Brio Jadi Tulang Punggung 64 Persen PenjualanChina Ambil Headline, Toyota Ambil Untung dari Pasar Hybrid IndonesiaInfrastruktur SPKLU Indonesia Kalah dari Thailand dan ASEANGanti Warna Logo: Ketika Dealer Mobil Jepang Mulai Berpindah ke Merek ChinaPangsa Pasar Astra Turun ke 49%, Benarkah Dominasi Jepang di Indonesia Sudah Melemah?
Berita

Jetour T1 dan T1 i-DM resmi meluncur di Indonesia, ini harga, spesifikasi, dan perbedaan dua varian

Jetour T1 resmi meluncur di Indonesia dalam dua varian: ICE Rp 388 juta dan i-DM PHEV Rp 538 juta. Simak perbedaan spesifikasi, mesin, dan fitur lengkapnya.

Jetour, sub-brand Chery yang fokus di segmen SUV, resmi meluncurkan Jetour T1 di Indonesia pada 3 Juni 2026. Yang menarik, brand ini langsung membawa dua varian sekaligus: versi Internal Combustion Engine (ICE) dan versi plug-in hybrid (PHEV) yang disebut i-DM. Jetour memang masih pendatang baru di pasar otomotif Indonesia, tapi dari strategi harga dan spesifikasi yang ditawarkan, mereka jelas dateng dengan perhitungan yang rapi.

Dua varian ini punya perbedaan mendasar di mesin, harga, dan target pemakainya. Kami coba breakdown satu per satu.

Harga dan varian Jetour T1

Varian ICE dibanderol Rp 408 juta on the road Jakarta. Varian i-DM PHEV di harga Rp 558 juta. Untuk 500 konsumen pertama masing-masing varian, ada special launch price: Rp 388 juta untuk Jetour T1 ICE dan Rp 538 juta untuk T1 i-DM. Promo early bird ini jelas strategi untuk membangun momentum di awal penjualan.

Di rentang harga Rp 400-550 juta, konsumen SUV Indonesia punya banyak pilihan. Ada mobil hybrid under Rp 500 juta seperti HR-V e:HEV dan Innova Zenix Hybrid, atau SUV listrik seperti Chery Omoda E5 yang sudah lebih dulu malang melintang. Tapi Jetour T1 datang dengan pendekatan berbeda: kasih dua opsi sekaligus dalam satu model line-up.

Mesin dan performa: beda karakter, beda kebutuhan

Jetour T1 ICE (1.5 TGDI)

Varian bensin murni ini pakai mesin 1.498 cc 1.5 TGDI turbo yang menghasilkan tenaga 168 hp dan torsi 220 Nm. Mesin ini sudah umum dipakai di beberapa produk Chery lainnya, jadi soal keandalan dan suku cadang seharusnya tidak perlu dikhawatirkan. Ground clearance 200 mm dan dimensi yang cukup bongsor (4.705 x 1.967 x 1.843 mm) bikin T1 keliatan gagah di jalan. Cocok buat pemakaian harian di kota tapi sesekali bisa dibawa keluar kota.

Jetour T1 i-DM (PHEV)

Nah ini yang lebih menarik. Varian i-DM (Intelligent Dual Mode) menggabungkan mesin 1.5 turbo bertenaga 136 PS dengan motor listrik 204 PS dan torsi 310 Nm. Baterai LFP berkapasitas 26,7 kWh diklaim bisa memberikan jarak tempuh listrik murni hingga 100 km. Cukup buat bolak-balik Jakarta-Depok dalam mode EV tanpa nyalain mesin bensin. Total gabungan mesin dan motor listrik diklaim tembus 1.200 km dalam kondisi tertentu.

Soal charging, baterai LFP di T1 i-DM sudah mendukung DC fast charging dengan waktu pengisian 30% ke 80% dalam 27 menit. Kalau kamu punya akses ke SPKLU, isi daya sebentar udah cukup buat perjalanan harian tanpa perlu nyalain mesin bensin sama sekali.

Fitur keselamatan: ADAS Level 2 dan bintang 5 ASEAN NCAP

Baik varian ICE maupun i-DM, Jetour membekali T1 dengan ADAS Level 2 yang mencakup 13 fitur aktif, mulai dari Adaptive Cruise Control, Blind Spot Detection, sampai Automatic Emergency Braking. Lebih dari itu, Jetour T1 sudah meraih bintang 5 ASEAN NCAP, jadi soal keamanan struktur dan perlindungan penumpang sudah terverifikasi secara independen.

Di segmen harga ini, fitur keselamatan aktif sering jadi barang yang dipangkas. Jadi ini modal yang cukup kuat buat T1 bersaing.

Posisi Jetour di pasar otomotif Indonesia

Jetour sebenernya bukan brand yang mulai dari nol di Indonesia. Sebagai sub-brand Chery, mereka sudah punya jalur distribusi dan jaringan purna jual yang bisa dimanfaatkan. Chery sendiri sudah cukup mapan di Indonesia dengan produk seperti Tiggo series dan Omoda, termasuk Chery Tiggo 9 CSH yang merupakan PHEV 7-seater di kelas premium.

Pertanyaan besarnya: apakah konsumen Indonesia siap menerima brand baru lain dari China? Berdasarkan data Gaikindo, brand China kini menguasai lebih dari 10% pangsa pasar otomotif Indonesia. Artinya resistensi terhadap merek China sudah jauh berkurang dibanding lima tahun lalu. Jetour masuk dengan modal nama besar Chery di belakang mereka, plus produk yang secara spesifik menyasar segmen SUV yang lagi naik daun.

Kesimpulan: mana yang cocok buat kamu?

Pilihan antara T1 ICE dan T1 i-DM sebenarnya tergantung pola pemakaian. Kalau mayoritas perjalanan kamu pendek-pendek di kota dan punya akses ke home charging, varian i-DM jelas lebih ekonomis dalam jangka panjang, meski harga belinya Rp 150 juta lebih mahal. Tapi kalau budget terbatas dan mobil dipakai untuk perjalanan jauh, varian ICE dengan harga Rp 408 juta (atau Rp 388 juta di early bird) adalah pilihan yang solid.

Buat yang masih bingung milih antara mobil konvensional dan elektrifikasi, kami punya panduan beli mobil hybrid di Indonesia yang bisa bantu kamu memahami perbedaan tiap jenis teknologi hybrid sebelum ambil keputusan.

Jetour T1 jelas menambah opsi di segmen SUV medium Indonesia. Dua varian, dua karakter berbeda, satu nama. Sekarang tinggal bagaimana respons pasar, dan apakah Jetour bisa mempertahankan momentum setelah masa early bird berakhir.

Editor-in-chief Bros & Roads. Nulis dari jalanan, bukan dari kursi kantor.