Lo tau mobil listrik 7-seater dengan jarak tempuh hampir 1.000 kilometer itu bukan lagi konsep doang? BYD baru saja meresmikan Great Tang sebagai SUV flagship terbaru mereka, dan spesifikasinya bikin kompetitor premium Eropa harus melek.
Spek yang Bikin Melongo
Berdasarkan data yang kami kumpulkan dari berbagai sumber, BYD Great Tang dibangun di atas platform 1000V Super e-Platform, teknologi pengisian daya terbaru BYD. Varian RWD menanamkan motor listrik 300 kW atau sekitar 402 PS dengan baterai Blade Battery 2.0 berkapasitas 130,15 kWh, menghasilkan jarak tempuh hingga 950 km menurut standar CLTC.
Kalo lo nganggap itu sudah overkill, BYD juga menyediakan varian AWD yang lebih brutal. Dua motor listrik menghasilkan total tenaga 585 kW atau setara 784 hp. Angka ini bikin akselerasi 0-100 km/jam selesai dalam 3,9 detik saja.
Suspensi DiSus-A dengan pegas udara dual-chamber dan sistem rear-wheel steering jadi pelengkap. Radius putar cuma 5,2 meter, mengejutkan untuk SUV seukuran ini.
Flash Charging: Isi Daya 10-80 Persen Kurang dari 30 Menit
Salah satu sorotan utama adalah kemampuan flash charging. Berkat arsitektur 1000V, BYD mengklaim Great Tang bisa mengisi daya dari 10 ke 80 persen dalam waktu kurang dari 30 menit. Itu klaim yang sangat agresif dan bakal menguji standar industri EV global.
Untuk konteks, teknologi pengisian daya ini mengindikasikan BYD serius ingin menghapus kekhawatiran soal range anxiety dari persamaan kepemilikan EV. Dengan 950 km range, skenario harian di Indonesia hampir pasti tidak membutuhkan charging harian.
Fitur ADAS Canggih: LiDAR God’s Eye
Great Tang membawa sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut bernama God’s Eye, menggunakan teknologi LiDAR untuk deteksi lingkungan sekitar. Fitur ini mulai umum di mobil premium China dan menurut informasi yang kami kumpulkan, menjadi standar di banyak model BYD flagship.
Suspensi adaptif dan rear-wheel steering bukan sekadar gimmick. Kombinasi ini memberikan manuverabilitas yang biasanya cuma ditemukan di mobil sport, bukan SUV bongsor tujuh penumpang.
Harga: Rp 580-740 Jutaan, Lebih Murah dari BMW XM
BYD membuka pre-order Great Tang pada 24 April 2026 di Beijing Auto Show. Kisaran harga 250.000-320.000 yuan, atau sekitar Rp 580 jutaan hingga Rp 740 jutaan. Harga itu jauh di bawah BMW XM yang dibanderol Rp 2,4 miliar di Indonesia, atau Mercedes GLE350 yang start dari Rp 1,5 miliar.
Tentu, perbandingan langsung apples-to-apples sulit dilakukan tanpa konfirmasi hadir resmi di pasar Indonesia. Tapi secara spek dan teknologi, Great Tang menawarkan sesuatu yang biasanya cuma ada di mobil seharga beberapa kali lipat.
Indonesia: Kapan?
Saat ini belum ada konfirmasi resmi dari BYD Indonesia terkait rencana kedatangan Great Tang. Yang pasti, BYD terus memperkuat portofolio mereka di pasar Indonesia lewat model-model seperti BYD Sealion 8 PHEV yang sudah meluncur di Australia, menyusul kehadiran BYD Song Ultra EV yang membawa teknologi flash charging serupa.
Kalau melihat pola agresif BYD di Indonesia sepanjang 2025-2026, Great Tang bukan soal “apakah” melainkan “kapan” masuk ke Tanah Air. Saat spek dan harga segini sudah di atas kertas, pertanyaan terakhir tinggal soal regulasi impor dan kesiapan infrastruktur.
Apa Artinya buat Pasar EV Indonesia
Kehadiran Great Tang menggarisbawahi satu hal: brand China tidak lagi main di segmen entry atau mid-range saja. Mereka sekarang mengincar ruang yang selama ini dikuasai Mercedes, BMW, dan Audi.
Persaingan di kelas SUV premium EV global makin sengit. Tesla Cybertruck, Hyundai Ioniq 9, Kia EV9, dan sekarang BYD Great Tang, semuanya berebut posisi di segmen yang sebentar lagi akan sangat crowded.
Untuk konsumen Indonesia, situasi ini bagus. Makin banyak pilihan, makin besar tekanan pada pabrikan untuk kasih harga lebih kompetitif. Kita lihat saja bagaimana peta kepemilikan EV premium bergeser dalam dua tahun ke depan.

